my First n Last

March 3rd, 2006 by cupla

Bikers

Try to learned every thing about my tour yesterday… tour de Jatiluhur…
============================================================

Kemaren hari Jumat, 24 Feb 2006 aku ikutan touring ke Jatiluhur bersama beberapa orang dari WBC. Saat itu sekitar 15 motor dengan 16 orang (ada satu orang boncenger) berangkat bersama-sama dari pelataran Menara Multimedia di Kebon Sirih sekitar pukul 00:00 dini hari tgl 25 Feb 2006.

Saat itu aku satu2nya peserta wanita yg mengikuti kegiatan ini, bukannya apa2… memang di satu sisi aku bangga karena I can do this… but infact ada satu penentangan dalam hati. Tapi tetep aja aku usahakan berangkat karena ada dorongan semangat dari teman2. Padahal awalnya aku sempat bimbang banget, karena sebelum2nya sempat muncul konflik. Memang sih yg memulai konflik itu aku, karena ulahku yang mengirimkan sebuah email ke maillist komunitas.

Akhirnya aku putuskan untuk tetap berangkat meski dengan setengah hati, you know what I mean??? yup, karena tak seharusnya seorang wanita keluar malam hari bersama rombongan para kaum adam yg jelas2 bukan mahrom. Tetapi karena posisiku yg pada waktu itu sebagai sekretaris maka sedikit banyak aku masi punya tanggung jawab dan amanah sebagai orang yg dipercaya sebagai pengurus.

Aku pengennya pada waktu itu menyempatkan diri untuk mengumumkan sesuatu, tapi apa daya rencana hanya tinggal rencana, dan sampai saat ini aku hanya bisa diam dan menyimpan masalah ini rapat2 di dasar hati.

Touring kali ini mungkin akan jadi satu kenangan yg terindah dalam hidupku, yang nantinya bisa aku ceritakan ke anak cucu bahwa duku aku pernah melakukan satu hal yg luar biasa. Semua itu terjadi karena rasa persaudaraan yg erat diantara kami…

Bimbang….

Saat ini hanya kebimbangan yg sedang menderaku… disatu sisi aku masi berada dalam suatu komunitas biker dan di sisi lain Insya Allah aku pengen banget hijrah. Yup, hijrah dari jalan yg selama ini melenceng ke jalan Allah yg lurus. Aku pengen bisa jadi true muslimah… pengen memakai baju gamis yg anggun, bertutur kata yg lembut, berkumpul dan menghadiri majelis ilmu bersama para akwat, sering menangis karena datang ke majelis dzikir.

Rasanya indah mungkin dunia ini jika aku bisa seperti itu. Kadang hati ini ngiri saat liat akhwat berkumpul dan berjalan bersama, rasanya pengen jadi bagian dari mereka. Aku ingin seperti dulu lagi waktu ikut liqo’ saat SMA di Jombang… oh, jadi rindu sama teman2ku… rindu sama uhkti Vivi, ukhti Nita, ukhti Fitri, dan ukhti2 yg lain… maaf aku lupa namanya, tapi aku ga akan lupa jasa kalian dan wajah kalian yang dengan semangat fi sabilillah membantuku untuk segera menutup aurat.

Sekarang alhamdulillah aku sudah mampu menutup aurat ini, tapi ternyata aku masi jauh dari pakaian syar’i yg sdh dijelaskan dalam Al Qur’anul Kariim. Tapi mungkin ini akan aku lakukan secara bertahab, seperti kata temanku kemaren… bahwa semua itu memerlukan suatu proses yg pelik. Yang penting saat ini adalah aku harus bisa istiqomah dengan pakaian ini. What ever they said bout me… It’s me as a muslimah… I don’t care what they said… meski aku hina di dunia aku ga akan menyesal, karena tidak semuanya yg hina di mata dunia itu hina pula di hadapan Allah, mungkin saja hal ini hina di dunia tapi mulia di hadapan Allah.

Baru aku sadari bahwa tubuh ini hanya pinjaman dari Allah, maka dari itu kewajiban kita untuk menjaganya.

Satu Keputusan…

Berat memang jika harus mengatakan ini… aku ga boleh setengah2, aku harus total dalam satu hal. Aku ga boleh jadi pengecut, ga boleh jadi orang yang munafik… yg pengennya untung saja.

Bukan karena dorongan seseorang, bukan karena bujukan seseorang, bukan karena ancaman seseorang, dan juga bukan karena pengaruh seseorang… tapi karena dorongan hati nurani, kodrat dan mungkin hidayahNya yang sedang menaungiku akhirnya aku putuskan untuk mulai mengurangi kegiatan bikers dan mungkin suatu saat nanti aku akan menjadi biker pasif.

Memang aku belum resmi bilang ke mereka karena kondisi saat ini belum memungkinkan. Insya Allah aku akan masi membantu dalam hal administrasi… aku ga mau semuanya jadi kacaw lagi. Aku ga mau mendholimi orang lain lagi.

Masalah motor aku ga akan membesar2kannya… aku akan membawa kembali ke Balikpapan. Insya Allah aku akan membawanya sebagai tungganganku ke jalan yang benar. Aku ga ingin lagi merepotkan orang lain, ga ingin lagi mendholimi orang lain. Aku ingin liat orang lain bahagia, bukan sebaliknya. Cukup sudah musuh yg selama ini aku buat, aku ga pengen punya musuh lagi…

Aku harus melawan ego ku, apapun yg terjadi aku akan berusaha meminta maaf kepada semua orang yg pernah aku lukai hatinya. Aku ingin minta maaf kepada semua orang yg pernah aku dholimi.

Allah, mohon kekuatan untuk melawan ego ini, mohon kekuatan agar lisan ini mampu mengutarakan permohonan maaf. Cukup sudah aku menjadi public enemy, aku ingin jadi seorang muslimah yg bisa menyejukkan hati dan pandangan.

Wish me luck yak… istilah muslimah biker itu mungkin hanya akan jadi angan2 saja, karena istilah itu tidak akan pernah aku dapatkan… karena keduanya tidak bisa aku lakukan beriringan.

Maaf bwat semua hati yg pernah terlukai oleh sayatan kata2 yg keluar dari lisan ini… maaf bwat semua insan yang pernah terdholimi oleh perilaku yg dilakukan oleh diri ini… maaf semuanya…

Bantulah aku wahai saudaraku, bantu aku untuk membuka lembaran baru, bantu aku untuk mencari bekal masa depan, bantu aku untuk mendapatkan kasih sayang Allah. Bantu aku yg masi merangkak dalam meniti ilmu ini, karena aku ga akan sanggup jika harus langsung berlari… aku akan jatuh…

My First n Last

So guys, touring kemaren itu mungkin jadi touring pertama dan terakhir bagiku… aku lebih berat pada satu hal… insya Allah kebahagiaan abadi yg dijanjikan… teruskan perjuangan menjadi biker teladan… mungkin kalian lah yg pantas menjadi raja jalanan yg menjadi tauladan bagi biker2 yg lain. Jangan jadikan biker sebagai satu kebanggaan yg membawa kita pada sikap arogansi, tapi jadikan biker sebagai tauladan yg baik di jalan. Selalu santun, sopan, smart, dan safe di jalan, dan tak lupa smile. Long live biker, keep rolling in a brotherhood. All bikers are brother… I’ll remember that words forever….

Ikut Islam Apa Sih?

March 2nd, 2006 by cupla

Allah_1

Artikel Islami
22 Februari 2006 - 08:43

Pertanyaan itu sudah bosan kudengar dan kujawab. Pertama kali kudengar dari seorang penjaga sekolah yang begitu perhatian denganku. Sejak kelas 1 SMA, aku mendapat tambahan pelajaran agama Islam secara intens dan privat. Namun setahun pertama pelajaran itu kuabaikan saja dan aku tak merubah diri sebagaimana yang “mereka” harapkan. Prestasiku di kelas 1 juga tak begitu menonjol. Tetap saja ada kemalasan yang menyergap tiap kali jam belajar mulai.Itulah yang membuat namaku terkenal, bukan terkenal karna kebaikanku tapi terkenal karna kemalasanku.

Lelah dengan apa yang kulakukan selama itu, akhirnya aku coba beberapa resep yang diberikan kakak kelas yang setiap kali bicara tentang Islam didepan mataku dan 7 orang temanku yang lain. Alhamdulillah, ternyata berhasil. Ini pertolongan Allah. Ya, kuyakinkan diri kalau yang kulakukan untuk bangkit dari kemalasan adalah pertolongan Allah. Aku hanya berusaha, sebagaimana kak Budi sering katakan…

Sejak itu, kutata kembali seluruh perangkat hidupku. Kucoba sedemikian rupa agar nampak indah susunannya, sehingga orang akan mudah menerimaku jika minta dibimbing. Mulai dari pakaian, gaya bicara dan perangai yang buruk kuusahakan masuk ke tong arsip.

Pak Udin -nama penjaga sekolah- merasa keanehan dengan perubahanku yang sebenernya dia terima, tapi beliau tetap sangsi “Paling juga lu cuma tobat sambel…”. Aku tak tersinggung dengan beliau yang memang kesehariannya akrab ngocol denganku sambil jaga parkir. “Gara-gara Ari ikutan rohis tuh, gue jadi ga ada temen…” kesalnya beberapa kali ditumpahkan ke penjaga sekolah lainnya.

Aku memang paling senang bergaul dengan semua golongan, tua-muda, kerja-pengangguran, sekolah-kuliah, tukang ini-tukang itu. Banyak pelajaran yang diambil dari mereka. Walaupun pada awalnya cuma iseng saja, namun witing tresno jalaran soko kulino.Minimal buat nasihat diri kalo sedang down.

1-2 Tahun kemudian…
Semua pelajaran kusuka. Prestasi kuraih, Alhamdulillah. Beasiswa juga setiap semester dapat. Pak Muslik, guru Matematika yang saat kelas 1 sering memarahiku kini jadi temen akrab, sering share, bahkan beliau curhat masalah anaknya yang ikut suatu organisasi Islam. Tahun itu memang belum begitu terkenal istilah teroris. Namun perasaan curiga ada saja. Islam inilah-islam itulah.

“Ri, lu ikutan islam apa sih?” tanya Pak Udin tampak serius kali ini. “Hmm… bapak nih nanya macem-macem aja. Saya islam biasa” jawabku. “Ooo.. N.U?” aku geleng. “Muhammadiyah?” aku juga geleng. “Persis?” aku geleng lagi. Sekarang ganti aku yang bicara “Pak, bapak islam apa?”

Pak Udin dengan ringan menjawab “saya mah islam KTP, kan lo tau kalo solat saya cuma solat Jum’at hehe..”. Kebanyakan saudara seiman kita memang sering menganggap enteng perkataan yang diluapkan, termasuk aku mungkin secara tidak sengaja. Tapi semua akan diampuni atas kehendak Allah.

“Pak Udin yang soleh, Islam itu cuma satu ya Islam yang syahadat, Islam yang Sholat, Islam yang Puasa, Islam yang Zakat, Islam yang Haji bagi orang mampu. Saya juga baru ngerti Islam sekarang-sekarang ini, jauh sebelum bapak, mungkin pengalaman saya lebih sedikit dibanding bapak. Tapi, bicara masalah Islam itu bukan bicara masalah pengalaman atau umur. Bapak tau Qur’an kan? Disana dijelaskan panjang lebar, bagaimana seharusnya kita membayar jasa Allah atas penciptaan kita, walaupun Dia gak akan miskin kalau kita gak menyembahnya. bapak juga tau Sunnah Rasul kan? Disitu juga dijelasin a sampe z tata cara muamalah, bermasyarakat, berpolitik tapi yang gak menyimpang dari Islam. NU, Muhammadiyah, Persis, itu kan hanya kepanjangan tangan dari ilmu fiqh yang mereka anut. Itu semua cuma organisasi loh. Jauh sebelum NU, Muhammadiyah dan Persis atau lainnya sudah ada Islam yang bener-bener Islam, bersatu dalam satu barisan. Sampai orang kafir takut memeranginya karena begitu tangguhnya rasa ukhuwah, persaudaraan antar mereka, padahal sepele pak, cuma gara-gara kawannya kehilangan botol airnya yang nyemplung di sungai. Semua langsung nyari…”

Pak Udin nampak serius mendengarkannya, tak biasanya beliau begitu perhatian terhadap pembicaraan orang. Biasanya, walaupun yang bicara guru, beliau akan memotongnya. Alhamdulillah, rupanya beliau sedang diberikan hidayah mendengar…

“Nah, masalahnya, sekarang ini kepentingan kelompok lebih utama dari kepentingan Islam itu sendiri. Okelah Islam ada 200 organisasi di Indonesia, tapi kalau saja dominasi kepentingan golongan dinomer sekian, mungkin kita gak kocar-kacir gini kalo sedang dilanda konflik. Orang juga kan menganggap aneh bangsa kita yang termasuk penganuh Islam terbanyak, kenapa bangsa kita masuk ke rangking 3 negara terkorup?? Akhirnya apa, yang non-muslim beranggapan “tuh liat, islam tuh, korupsi juga!!”. Siapa yang disalahin, ustadz kan? kan ustadz yang sering ceramah, diatas panggung, mimbar, seminar. Itu juga salah, kewajiban menyampaikan Islam tuh bukan cuma tugas ustadz Pak. Menyampaikan ajaran Islam itu udah kewajiban kita semua, terserah cara menyampaikannya gimana, bisa dengan omongan, bisa juga dengan tingkah laku atau bisa juga dengan prestasi. Bapak menjadi penjaga sekolah, trus ikhlas menjalaninya, rajin sholat, bisa ngaji, murah senyum, ramah (bukan rajin menjamah lho!! hehe) itu dah bisa disebut da’wah. Gampang kan?? Nah, sekarang bapak Islam apa?..”

Pak Udin hanya menjawab “Ya Islam yang seperti lu bilang tadi hehe…” sambil merangkul pundak seakan kami sepasang sahabat yang berbeda usia.

Karena penjelasan itulah, orang akan menjadi faham, bahwa Islam is Islam. yang menjadi kelemahan kita (termasuk aku) adalah rasa malas menyampaikan, terlalu tidak PD (padahal belum dicoba), terlalu memperhitungkan resiko diacuhkan atau lain-lain. Lebih mudah Nahyi munkar dibanding Amar ma’ruf, pengakuan kebanyakan da’i Indonesia.

Lalu, Anda islam apa? Sah-sah saja anda aktif di organisasi islam (harokah) untuk lebih memaksimalkan perjuangan Anda. tapi jangan lupa, Islam lebih awal lahir daripada harokah yang anda loyalkan, jadi utamakan yang lebih tua (baca : Islam) daripada harokah.

* Tulisan ini adalah nasihat untuk diri pribadi dan seluruh temans yang masih bingung dengan atas keberpihakan saya terhadap harokah Islamiyah. Bingkisan khusus buat seorang aktivis salah satu harokah di Makassar.

———
Awan Fi Sabilillah
mujahidmuda1975@yahoo.com

taken from dudung.net

Sebuah Renungan bwat sahabatku…

March 1st, 2006 by cupla

Sebuah renungan yg aku dapatkan dari seorang teman yg menulis di maillist ukhuwah_sehati.

Makasih atas tulisannya… aku bantu nyebarin yak… moga bermanfaat bagi siapa saja yg membacanya, dan bwat akhih Zoe Albani senantiasa mendapat pahala atas ilmu yg telah dibagikan ke kita. Amiin yaa Robbal ‘Alamiin…

======================================================

Sahabatku……………………………………………………..
Jangan sedih bila sampai saat ini belum juga diijinkan oleh Allah SWT bertemu sang  " Teman Sejati "  akan jauh lebih baik bila kita renungkan……
*  Bersyukur kepada Allah atas nikmat karuniaNya karena sampai saat ini kita masih di berikan nikmat iman kepadaNya.
* Bersyukur kepada Allah, karena masih di beri waktu untuk terus menimba ilmu ( bisa  ikut kajian dimana-mana, dapet temen baru , kenalan baru, info-info baru dll…tul nggak…ntar klu udah nikah waktunya agak terbatas neeh………)
* Tanya pada diri sendiri , apa sudah yakin bahwa kita sudah " SIAP" menikah. SIAP bukan sekedar kalimat  ataupun kata-kata. SIAP disini adalah siap lahir bathin , mental , dan Insya Allah  semua di laksanakan karena Allah SWT. agar dapat RidhoNya……
So…..Jgn karena omongan orang  ( kapan nikah ?….dlllllllll) bete’ ? dongkol ?…..Jangan atuh tapi sikapi dengan :
"Tariiik Napaaas…, senyum… jawab dech… "
Insya Allah..doakan ya… mudah-mudahan saya dapat yang terbaik dari ALLAH… Amiiin…
Jadi… ayolah sahabat … semangat… terus yakin kepada Allah… bahwa kita akan menjadi orang-orang yang dipilih oleh Allah… agar mendapat karuniaNya… JODOH yang terbaik dariNya.
Sahabatku…….sedikit ilmu dari Aa’ Gym :
Kiat agar kita bisa bangkit dan terus percaya diri kuncinya adalah :
" BERIBADAH DENGAN BENAR DAN ISTIQOMAH "
Tujuannya :
1. Agr hidup kita lebih tertib dan selalu dijalanNya
2. Iman kita menjadi kokoh
3. Hidup kita lebih tenang, karena tenang sumber kekuatan hidup.
4. Terkendali
5. OPTIMIS
6. Terbimbing
7. Yakin akan pertongan ALLAH.
Baik sahabatku hanya itu yang bisa saya sampaikan… salam perkenalan ya.

Berhentilah Sejenak…

March 1st, 2006 by cupla

Ketika
kepak sayap
Makin melemah

Ketika
langkah harapan
Semakin gelap

Sekujur tubuh lusuh
Melunglai peluh
Mata menyayu
Lebam dan kuyu

Kepenatan menjalar disekujur nadi
Seolah tak ada lagi bahu tempat bergayut

Tunggu dulu sahabat …!

Jangan tergesa kau gadaikan
Segenap waktu dan kidung kerja emasmu selama ini

Jangan jadikan itu sejarah pemanis basi
Jangan hanyutkan perisaimu yang tersisa

Berhentilah sejenak ….

Bukankah setiap kita membutuhkannya?
Sekedar menghela deru panjang
nafas kisah kita selama ini
Sekedar meletakkan tas ranselmu
Yang berdebu dan robek disudut ujungnya

Aku tahu….
Tajamnya duri semakin melebarkan lukamu
Saat mendaki curamnya tebing terjal itu

Aku tahu….
Gurun panas ini terasa sangat panjang
Seolah tak putus putus

Berhentilah sejenak….

Bersihkan tubuhmu
Basuhi dengan air jernih di pancuran
Duduklah disudut temaran tempat  kita dulu

Menatapi gemintang …..
Dan luasnya jagat langit dengan segala hamparannya….
Melempar alam sadar kita
Akan keAgungan karyaNYA….

Ah…..kuyakin kamu tahu
Kita dalam putaran waktu yang berulang
Seperti putaran roda pedati

Kusir kelana di kampung kita dulu
Seketika kamu tahu bukan?
Disetiap ronde yang berat juga ada bel pemisahnya

Jadi…
aturlah nafasmu sahabat….
Tidakkah kau ingat?
Selalu ada DIA  yang Maha Perkasa…
Yang akan segera menyelesaikan episod luka ini….

create by Epri…
23/02/06
untuk sahabatku yang sedang terseok…kokohkan dirimu ..
di bumi selatan Jakarta ditengah awan bergayut

www.portalinfaq.org

source from maillist ukhuwah_sehati

Jangan Bilang Cinta

March 1st, 2006 by cupla

No_love

taken from STUDIA Edisi 282/Tahun ke-7 (27 Februari 2006)

Ya, jangan bilang cinta kalo kita masih setengah hati mencintai. Jangan
pernah ucapkan kata cinta jika kita masih tak bisa memberikan pengorbanan
terbesar dalam hidup kita demi yang kita cintai. Jangan sampe keluar kata
cinta jika kita tak berani membela yang kita cintai. Sebab, cinta bukan
hanya ucapan yang manis di bibir, bukan kata yang kedengarannya indah di
telinga, dan bukan pula tulisan yang membuat kita merasa bahagia. Bukan
hanya itu. Karena cinta harus diwujudkan dalam perilaku. ‘Kalimah sakti’ itu
harus tercermin dalam perbuatan dan pikiran. Sekali berani bilang cinta,
maka seharusnya kita akan berani berkorban, berani membela, berani
bertanggung jawab terhadap apa yang kita cintai.

Sobat muda muslim, tolong jangan menggombal atas nama cinta. Jangan pula
pura-pura jadi orang yang penuh cinta dengan menipu diri karena sejatinya
kita belum sepenuhnya mencintai apa yang kita cintai. Cinta itu bukan
main-main, cinta adalah wujud dari keseriusan kita bahwa kita akan berusaha
melakukan apa saja demi yang kita cintai. Kalo kita mengecewakan yang kita
cintai, tentunya cinta kita palsu. Kalo kita mengkhianati apa yang kita
cintai, tentunya bukan cinta sejati. Sebab, jika benar-benar cinta kepada
apa yang kita cintai, kita nggak bakalan mengecewakan apalagi
mengkhianatinya. Tul nggak sih?

Jangan bilang cinta kepada Allah, jika…

Jika kita masih melanggar aturanNya. Sungguh sangat aneh jika kita berani
mengatakan cinta kepada Allah, sementara kita doyan alias hobi banget
menolak perintahNya, sementara laranganNya malah kita lakukan. Pastinya ada
yang error alias tulalit kalo kita bilang: “Aku cinta kepada Allah Swt.”,
tapi dalam kelakuan kita nggak mencerminkan kecintaan kita kepadaNya.

Misalnya nih, meski sholat rajin dan puasa rajin, tapi perintah Allah Swt.
yang lainnya seperti menutup aurat kalo keluar rumah nggak kita lakukan.
Anak cewek yang tertutup rapat dengan kain mukena ketika sholat, seharusnya
menutup rapat auratnya pula ketika keluar rumah. Seringnya kan nggak ya.
Rapi pada saat sholat, begitu keluar rumah malah tampil mengumbar aurat. Ke
sekolah nggak pake kerudung dan pakaian jilbab (pakaian terusan—buat anak
SMA sebenarnya bisa disambung pakaian atas putih dan bawah abu-abu).
Sebaliknya, malah pake rok. Meski rok itu menutupi lutut, tapi kan nggak
disebut pakaian muslimah. Padahal, Allah memerintahkan lho untuk mengenakan
busana muslimah buat wanita, sebagaimana dalam firmanNya: “Hai Nabi
katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri
orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka”.. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena
itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha
penyayang.”(QS al-Ahzab [33]: 59)

Yup, kita coba ngasih penjelasan. Begini sobat, jilbab bermakna milhâfah
(baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis), kain (kisâ’)
apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsawb) yang dapat menutupi
seluruh bagian tubuh. Di dalam kamus al-Muhîth dinyatakan demikian: Jilbab
itu laksana sirdâb (terowongan) atau sinmâr (lorong), yakni baju atau
pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang
dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.

Nah, kalo mau pengen tahu penjelasan tambahannya, ada juga keterangan dalam
kamus ash-Shahhâh, al-Jawhârî menyatakan: Jilbab adalah kain panjang dan
longgar (milhâfah) yang sering disebut mulâ’ah (baju kurung).

Nah, kapan mengenakan jilbab? Yang pasti kalo seorang muslimah pergi keluar
rumah. Atau kalo pun di dalam rumah, saat ada tamu asing (bukan mahrom—tentu
laki-laki). Sebab memang tujuannya juga adalah untuk menutup auratnya. Oya,
untuk bisa disebut mengenakan busana muslimah, maka seorang muslimah harus
mengenakan jilbab lengkap dengan kerudungnya. Begitu deh, secara singkatnya.

Bagi anak laki juga sama. Kalo keluar rumah atau kalo di dalam rumah tapi
ada wanita bukan mahrom nggak boleh tuh dipamerin dengkulmu dan udelmu.
Karena aurat laki-laki tuh dari pusar sampe lutut. Wah, kayaknya udah pada
paham deh. Soalnya nih pernah kita pelajari waktu SD dulu. Tul nggak? Ini
sekadar ngingetin aja, gitu lho.

Oya, itu baru kita bahas kewajiban menutup aurat, sementara kewajiban yang
dibebankan oleh Allah kepada kita banyak banget. Sebut saja tentang sholat,
puasa, zakat, pengaturan kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, budaya,
politik, hukum, sampe pemerintahan. Itu baru pokok-pokoknya, belum cabangnya
dari situ. Wah, kalo ditulis bisa ngabisin jatah halaman di buletin ini.
But, intinya nih, jangan bilang cinta kepada Allah kalo kita doyan menolak
kewajiban yang diperintahkanNya, malah berani mengamalkan apa yang
diharamkanNya.

Jangan bilang cinta kepada Rasulullah saw….

Jika kita masih melanggar aturan yang ditetapkan Rasulullah saw. Sebab, apa
yang disampaikan oleh Rasulullah saw. sejatinya adalah wahyu dari Allah Swt.
Ditegaskan oleh Allah Swt. dalam firmanNya: “…kawanmu (Muhammad) tidak
sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Quran)
menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang
diwahyukan (kepadanya).” (QS an-Najm [53]: 2-4)

Kalo kita masih mengumbar hawa nafsu dengan melakukan aktivitas pacaran,
berarti selain melanggar aturan Allah Swt., juga melanggar aturan Rasulullah
saw. Dan, tentu aja itu nggak mencintai Allah Swt. dan RasulNya. Allah
menjelaskan larangan mendekati zina (lihat QS al-Isra ayat 32). Nah, hadis
Nabi juga ada. Beliau saw. bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah
dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang
tidak disertai mahromnya. Karena sesungguhnya yang ketiga adalah syaitan.”
(HR Ahmad)

Sobat, jangan bilang cinta kepada Rasulullah saw., kalo kita nggak
tersinggung ketika ada pihak-pihak yang dengan sengaja melecehkan Rasulullah
saw. Aneh banget kan kalo kita ngakunya cinta mati sama Rasulullah saw.,
tapi kita nggak marah ketika ada orang yang menjelekkan Rasulullah saw.

Seperti kasus pelcehan terhadap Rasulullah saw. yang dilakukan media-media
Eropa dalam bentuk kartun yang salah satunya menggambarkan bahwa Muhammad
saw. sumber inspirasi kekerasan. Gambarnya adalah sosok lelaki dengan
tampang garang dan sorbannya berbentuk bom. Ditulisin di situ dengan jelas
dalam bahasa Arab kalimat Muhammad saw. Waduh, kaum Muslimin marah dengan
protes baik secara lisan maupun tulisan justru wajar. Karena cintanya kepada
Rasulullah saw. Yang parah tuh kalo kita diem aja, terus pura-pura bijak
dengan mengatakan bahwa kartun itu sebagai bentuk evaluasi buat umat Islam.

Nggak marah apalagi protes. Aneh banget kan? Macam mana pula tuh orang?
Ngakunya sih Muslim. Tokoh intelektual pula di di negeri ini. Sadar Pak!
Jangan bilang cinta kepada Rasulullah saw. jika hanya mengambil sebagian
ajarannya dan meninggalkan sebagian besar ajarannya yang lain. Kalo kita
cinta kepada Rasulullah saw. berarti harus mengambil seluruh yang dibawanya.
Bukan dipilih-pilih sesuai kehendak hawa nafsu kita. Karena Allah Swt.
memerintahkan kita untuk mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah saw.
sebagaimana firmanNya:“Apa yang datang (diajarkan) Rasul kepadamu, maka
terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS
al-Haysr [59]: 7)

Oke, boleh bilang cinta kepada Rasulullah saw., asalkan kita berani pula
untuk menaati segala perintahnya dan meninggalkan segala larangannya. Bohong
besar banget kalo kita ngaku-ngaku cinta sama Rasulullah saw. tapi nggak
pernah melaksanakan tuntunan ajarannya. Betul ndak?

Jangan bilang cinta sama ortu…

Jika kita masih suka melawannya, mencelanya, merendahkannya, dan bahkan
menghinanya. Bohong banget kalo kita ngaku-ngaku cinta sama ortu kita, tapi
setiap ortu minta tolong untuk kebaikan kita malah menolaknya. Percuma
bilang cinta sama ortu, tapi kalo diingetin untuk kebaikan dan kebenaran
kita malah menghardiknya. Anak macam apa itu?

Buktikan kecintaan kita kepada ortu kita adalah dengan berbakti kepadanya.
Menghormati mereka, menghargai mereka, menolong mereka, dan membuat mereka
bahagia dengan adanya kita. Keberadaan kita yang udah dilahirkan ini bukan
menjadi beban mereka. Kasihan ibu kita, sejak mengandung kita, melahirkan
kita, merawat dan membesarkan kita, ia tak pernah mengeluh. Ayah kita juga
sama. Mencari nafkah dengan semangat untuk keluarganya.
Cinta mereka sepenuh hati buat kita. Sudah terbukti kok. Karena sampe
sekarang aja, meski kita bandel, ibu dan ayah kita tetap mendoakan agar kita
mendapat petunjuk sambil terus membimbing kita (meski kadang menurut kita
terlihat seperti orang yang cerewet). Tuh, gimana nggak penuh cinta. Jadi,
kitanya sendiri nih yang kudu membuktikan bahwa kita cinta kepada ibu dan
ayah kita dengan cara berbakti kepadanya. Itu sebabnya, jangan bilang cinta
kalo kita tak menghargainya, tak berbakti kepada mereka. Oke?

Jangan bilang cinta kepada kaum Muslimin…

Jika kita nggak mau bekerjasama saling mengingatkan dalam kebenaran dan
saling membantu jika di antara kita mengalami kesusahan. Bohong banget
ngaku-ngaku cinta kepada sesama kaum Muslimin, tapi ketika ada saudara
seakidah kita minta tolong malah dicuekkin. Apalagi sesama aktivis dakwah,
mentang-mentang beda kelompok dakwah, lalu nggak mau menolong jika beda
kelompok dakwah. Lebih parah lagi jika para aktivis dakwah itu masih sodara
kandung. Karena kakaknya beda kelompok dakwah dengan adiknya, lalu ketika
mereka membutuhkan pertolongan malah disuruh minta ke temen-temen dari
kelompok dakwah masing-masing. Yee.. mana ukhuwahmu? Bohong banget
ngaku-ngaku cinta sesama Muslim tapi dengan sesama kaum Muslimin sendiri
nggak mau menolong hanya karena yang akan ditolong beda kelompok dakwah.
Kalo gitu caranya, jangan bilang cinta kepada kaum Muslimin. Sadar ye akhi
wa ukhti…

Jangan bilang cinta kepada diri sendiri…

Jika kita senang menjerumuskan diri dalam bahaya dan kerusakan. Bohong
banget bilang cinta ama diri sendiri, tapi setiap hari kita nenggak minuman
keras, sering juga mengkonsumsi narkoba, tubuh kita dipenuhi tattoo. Bahkan
banyak di antara kita yang mengumbar auratnya dan dipajang di sampul majalah
porno atau joget-joget kayak cacing kepanasan mempertontonkan keindahan
tubuhnya di layar televisi (termasuk mereka yang menjerumuskan tubuh-tubuh
mereka dalam perzinahan).

Menurut saya, mereka adalah orang-orang yang nggak cinta pada dirinya
sendiri. Kalo dipikir-pikir, memang sih tubuh kita ya tanggung jawab kita
sepenuhnya. Mau diapakan saja terserah kita. Wong, itu tubuh kita. But, kita
kudu ingat sobat. Bahwa tubuh kita bukan milik kita. Tubuh kita sejatinya
milik Allah Swt. Jadi, tuh tubuh kudu kita pelihara dan dijaga sesuai aturan
dari yang menciptakan kita, yakni Allah Swt.

Itu sebabnya, ada larangan bunuh diri, larangan mengkonsumsi narkoba,
larangan mentato badan, larangan mempertontonkan aurat di muka umum dll. Iya
kan?

Oke deh, moga renungan sederhana ini bisa ngingetin kita untuk mengevaluasi
kehidupan kita: Apa benar kita udah cinta banget sama Allah, RasulNya, ortu
kita, kaum Muslimin, dan cinta kepada diri kita sendiri jika kita masih
berperilaku yang justru menggambarkan bentuk pengkhianatan terhadap cinta
yang kita ikrarkan?

Semoga kita menjadi orang-orang yang benar-benar mencintai Allah Swt.,
RasulNya, ortu kita, kaum Muslimin, dan diri kita sendiri. Nah, itu harus
dibuktikan dalam pikiran dan perbuatan sesuai tuntunan ajaran Islam. Oke?
Semangat! [solihin: sholihin@gmx.net]

niat ku…

February 7th, 2006 by cupla

Me

Rasanya dah lama aku ga update lagi blog ini, maklum aku sekarang lagi sibuk dengan hobby yang baru aja rutin aku jalankan… yup, that’s right aku lagi demen motor (pasti dah ngerti soalnya tulisan2ku yg kemaren2 isinya motor mulu xixixi)

Dah sebulan lebih aku ga nulis nech, padahal ada banyak masalah yang pengen aku share di blog ini. Jahat banget yak aku, klo lagi sedih aja baru inget ama blog tapi klo lagi seneng2 lupa dueh…

Binun nech mau diawali dari mana yak… yang jelas selama sebulan ini aku sering banget ke Jakarta, lagi2 urusannya masalah motor, awal Desember 05 kemaren aku ke Puncak bareng temen2 WBC, rencana tgl 13 Jan 06 mo ke Jatiluhur tapi gagal karena persiapan blum mateng, so diundur dueh… insya Allah tgl 24 Feb 06 (moga ga mundur lagi). Trus pertengahan Jan 06 aku juga sempat ke Surabaya, dateng ke acara deklarasi HORNET Chapter Surabaya. Seneng soalnya ketemu sama orang2 yg berbahasa Java Script alias boso Jowo xixixi…

Baru aja kemaren aku pulang dari Jakarta, kedatanganku kali ini pengen ikutan pre touring ke Bogor bersama Hornet, soalnya katanya mo ada turing full Hornet ke Ciwidey ntar tgl 17-19 Feb 06 dan syaratnya harus ikut pretur bwat new member, moga aja aku bisa ikutan… soalnya motor dan perlengkapan lainnya dah aku kirim ke Jakarta.

Aku juga bingung kenapa aku harus bela-belain bawa motorku ke Jakarta yach… temen2 dah anggep aku ga waras… dikiranya aku ngebelain seseorang, sampe2 aku rela ngeluarin uang bwat pulang balik Jakarta - Balikpapan. Aku ga pernah ngebelain untuk ketemu seseorang, aku cuma pengen bisa dapet teman, bisa seneng lagi. Tapi semua itu sepertinya ga lama lagi bakalan berakhir…

Teman… maafin aku…

Aku sadar, ternyata pencarian jati diriku masih berlangsung… ombak keinginan yang ga masuk akal masi aja sering menghempasku ke arah yang tak pasti. Aku sering ke Jakarta bukan hanya untuk silaturahmi sama teman2 yang sudah lama tak kutemui, tapi ini juga sebagai pelampiasan hati yg kesepian.

Mungkin selama ini mereka mengira aku bahagia dengan kondisi aku yang sekarang ini, alhamdulillah aku yang sekarang ini lebih baik dari aku yang dulu (bisa dikata seperti itu jika dilihat dari sisi finansial), tapi aku lebih bahagia jika aku jadi seperti aku yang dulu, dengan segala kebebasanku dari keterikatan sebuah perasaan (lebih bahagia sebelum aku mengenal pacaran dan lebih bahagia lagi jika waktu itu aku ga pacaran).

Aku yang sekarang ini kadang bukan aku sebenarnya, aku yang penuh kebohongan… kadang memakai kedok untuk menutupi segala kekuranganku. Tadi satu status YM seorang temen dah menohok aku, status itu bunyinya “… memanfaat sesuatu yg baik cm sbg kedok untuk mendapatkan sesuatu…” Kayanya status itu cocok ditujukan ke aku.

Oh Tuhan… begitu pelik kehidupan ini, masi banyak rahasia alam yang belum kupecahkan. Aku yang selama ini sering mengadu padamu masi saja aku merasa jauh… Rabbi… aku tau aku dah salah pilih jalan, harusnya aku lebih mendekat padaMU tapi kenapa aku malah menjauh. Aku sadar semua itu salah, bahkan Engkau membencinya jika aku bergaul bebas dengan lawan jenis. Rabb… kenapa sulit bagi diri ini untuk melakukan kebaikan, tapi begitu mudah diri ini terjerat dalam kemaksiatan.

Dulu awal aku mengenalnya dengan iming2 bahwa banyak hal positif yang bisa diambil dari kegiatan ini, tapi aku sadar bahwa aku telah salah… aku dah berbaur dengan mereka… mereka itu kebanyakan lawan jenisku. Allah… ampuni hamba…

Aku pengen bulan ini sebagai awal aku tuk berjihad dan berhijrah ke jalanMU, Allah… aku kan berusaha menepis semua ajakan syaiton… kan kumulai dari membatasi hal kecil pada setiap hal yang mengarahkanku ke hal itu.

Aku ga akan menyalahkan siapapun, semua ini karena aku terlalu mudah memasuki dunia baru… tapi aku yakin Allah masi sayang ke aku, karenanya Dia menyadarkanku lebih awal…

Sebuah niat-an ku…

Aku dah ditakdirkan sebagai wanita, itu semua kodratku… aku ga bisa mengelak darinya… Harusnya aku jadi seorang wanita muslimah yang patut dibanggakan oleh agama, yang mampu membela agama Allah, yang mampu jadi tauladan dan mampu menjaga nama baik muslimah… aku pernah bertanya pada temanku “apa ada seorang muslimah biker??” dia pun menjawab ada… dari situ aku dah terjebak, dan itu membuktikan begitu rapuhnya aku…

Tuhan… saat ini aku lemah, aku butuh bantuanMU, aku butuh KuasaMU… ijinkan aku hanya menaruh cinta ini padamu… akan kuceraikan dunia dan seisinya demi memperoleh cintaMU… ijinkan langkah ini ringan untuk berjalan di JalanMU. Ijinkan diri ini bersandar sepenuhnya PadaMU… Allah… ampuni hamba… ampuni hamba yang selama ini telah dibutakan kesenangan semata, dibutakan oleh gemerlap dunia…

Maafkan aku teman, terima kasih atas semuanya selama ini, terima kasih bwat semua yang telah berusaha menyadarkanku atas kebodohanku selama ini,terima kasih bwat some one yang tlah memberikan kesempatan kepadaku untuk mengenal dunia lain itu… dan terima kasih juga karena selama beberapa bulan mengenalmu lebih dekat aku jadi menyadari kebodohanku. Aku pengen jadi sahabatmu selamanya… meski kita jauh, meski mungkin suatu saat nanti kamu tlah berubah status jadi milik seseorang. Sobat… semakin aku mengenalmu, semakin sering air mata ini menetes dari sudut mata ini… semakin aku mengenalmu, semakin diri ini pengen belajar banyak… Sobat, aku pengen bisa berjuang bersamamu dijalan Allah… berjuang membela agama Allah… melalui cara yang kita masing2…

-= moga Allah ridho atas niat-an ku ini =-

lost my spirit (part II)

December 6th, 2005 by cupla

Ga semangat ataw alias ga ada semangat for today mode ON

After that, langsung dech menuju ke kantor lagi. Ga nyangka aku liat dah jam 11 siang… pantesan tadi di jalan kok panas banget :D. Nyampe kantor langsung buka lapak ups maksudnya buka laptop ;p ngelanjutin edit data potensi datacomm trus biasa cek mail. Emailnya masi ga banyak perubahan, cuma ada dikit yg iseng2 aku tanggapi dengan argumen yang sok wise getoo. Abis itu aku chating sama Set Set bilang klo aku brangkatnya agak pagian… dan ga lupa kasi kabar juga ke calon pemboncengku.

Awalnya semangat banget nech, tapi abis itu down banget… alias semangatnya ilang ga tau ngabur kemana setelah melakukan percakapan sama my partner. Gimana nggak, aku dah semangat cari tiket… berharap nanti bisa ikutan turing ke Puncak, tapi tau2 yang mau boncengin aku bilang kalo ntar dia ga bisa boncengin aku… aku ga nyalahin dia soalnya motornya rada ga fit… tapi kan jadinya sedih, nanti siapa yg mau boncengin aku… oh no… aku ga mau sedih lagi. Tapi apa boleh buat,eh lha kok tau2 aku kebawa emosi yang terlalu mendalam… apalagi dikuping waktu itu lagi dengerin lagu Dealova nya Once. Walah, suer aku ga tahan pengennya nangis aja waktu itu… meski muka garang tapi hati tetep selembut salju lho.

Langsung aja aku terdiam lamaaaa banget, aku ga jawab pertanyaan dari dia… aku diam dulu sambil nenangin emosi. Iseng aja aku ganti2 status YM ku. Ya itulah aku, klo lagi ga semangat bawaannya gonta ganti status yg ga jelas… Tapi lama2 aku kasian juga sama dia, aku cuma balas senyuman aja. Trus dianya nanya lagi, aku jawabnya agak2 jaka sembung gitu alias ga nyambung. Eh lha kok abis itu malah maen tebak2an. Tapi tetep aja, I’m still lost my spirit. Dia berusaha membantuku, tapi tetep aja ga ngebantu. Aku juga bingung, napa juga aku kehilangan semangat… napa juga aku sempat “nggondok” sama dia. Dia nanyain apa dia bisa bantu… aku hanya jawab ga bisa kayanya. Sampe2 dia ngedoain smoga orang yang dah menghancurkan semangatku itu akan segera mengembalikan semangatku lagi (dalam hatiku smua itu tergantung kamu… semangatku hancur waktu denger kalo siti blom siap tuk ditunggangi… orang yang dah meluluhkan semangatku itu……….. tapi aku juga ga bisa nyalahi kamu sepenuhnya kok).

Mulai siang itu sampe sore aku masi bingung, ga semangat. Pas makan siang aja aku masi mikirin yang barusan terjadi… sampe2 aku ditegur sama teman gara2 waktu makan aku bawaannya ngelamun terus.

Bimbang… mungkin itu yang aku rasakan se-sore-an tadi. Ga semangat waktu konferens, dah gitu ditambahi masalah koneksi yang dari tadi nyambung putus nyambung putus YM sering error… sampe2 laptop ku keluar blue screen windowsnya error… oh my GOD… knapa sech laptopku ikut2an kacaw kaya kondisiku saat ini. Tadi sempat iseng kirim email yang OOT banget ke milis wikusama-bikers… pokoknya bawaanya kacaw. Akhirnya aku putusin ke ruang server, yah itung2 ngedinginkan otak yang lagi panas sekalian nge-cek mcb bwat pasang server tommorrow.

Lama aku biarkan kondisiku ga jelas, sempat kepikiran mending aku batal aja ke Jakarta nya. Ataw dateng ke kopdar aja tapi ga ikutan turing. Ga tau juga knapa aku bisa selemah itu… bisa-bisanya aku kehilangan semangatku. Aslinya aku dah ga enak aja dari kemaren, solanya aku ga sengaja baca arsip di milis pengurus-WBC, ada yang bilang klo turing cuma jadi boncenger aja ga seru. Trus aku bisa sering ke Jakarta karena dibiayai kantor. Asli, aku ngerasa ga enak banget dan terus terang dalem banget mak jleb. Pengen rasanya aku nunjukin klo aku itu ga sekedar manfaatin kantor aja… aku niat ikutan WBC soalnya itu hobby ku, aku bisa hidup lagi klo kumpul sama mreka, aku merasa WBC dah jadi separuh nafas dan jiwaku.

Tolong donk… aku niat ikutan komunitas motor bukan untuk yang lain, aku pengen dapet sodara yang banyak… aku bisa seneng lagi klo sama mreka… aku ngerasa bahagia dan nemuin lagi semangatku yang pernah hilang. Aku bukan cewek lemah yang bisanya cuma jadi boncenger… aku pengen bisa bersosialisasi dengan berbagai type orang yang ada di suatu komunitas.

Maaf bwat smuanya…
Bwat my partner, sorry aku ga bisa ngomong langsung masalah ini tadi… aku ga bisa aja…
Bwat smua teman2… makasih dah mau nerima aku di komunitas ini…
suatu hari aku pengen bawa motorku bwat ngebuktiin kalo aku ga cuma bisa jadi boncenger.

~END OF MY TODAY’s STORY~

lost my spirit (part I)

December 6th, 2005 by cupla

Ga semangat ataw alias ga ada semangat for today mode ON

Pagi tau2 ada telp dari Jkt… tak liat eh ternyata Bro Boneng (HTML) yang telp.
B#Halo mbak, pagi… sorry ganggu…
C#oh mas Boneng, gpp kok… knapa mas?
B#Dah ditransfer blom?Kata om ku kalo hari ini dah masuk transferannya barang bisa dikirim hari ini juga dari S-Pore (ciee… kaya transaksinya para bandar aja hehehe…)
C#bentar lagi mas, ini dah mau brangkat ke bank. Ntar klo dah aku transfer aku kabari dech
B#oke dech… tak tunggu

~call ended~

Aslinya pagi itu aku kesiangan lagi bangunnya, liat jam dah jam 8 tapi ga tau nech kok masi ga minat bangun. Berhubung mas Boneng dah telp, ya udah akhirnya aku lari ke kamar mandi, mulai perenungan sebentar memenuhi panggilan alam dan lanjut mandi pagi :D
Setelah pake atribut layaknya seorang biker (lebih tepatnya biker gadungan jiakakakak…) pake jaket, sepatu, helm, terakhir sarung tangan… pagi itu aku putusin pake sarung tangan soalnya matahari rasanya dah mulai menyengat kulit, dari pada gozong kan mending pake sarung tangan… jijai aku liat kulit tanganku sama lengan jadi kontras… Aku panasi motor sebentar, eh hp dah bunyi lagi… but kali ini bukan dari Bro Boneng… kali ini dari seseorang yang dah dengan bangga kasi tittle ke aku as a PUBLIC ENEMY… wah males gw ngangkat telp nya, tapi ga tau kok tiba2 aja kepencet yach terpaksa dijawab aja meski agak garing aku ngejawabnya.

Oke, start my engine… jalan biasa aja ga usah terlalu ngebut soalnya masi lewat di jalan kampung, lagian aku lumayan agak tenang soalnya dah ijin sama my bozz perihal keterlambatanku with many reason that can be responsible (*walah sok gaya pake bahasa londo). Tujuan pertama BSM=Bank Syariah Mandiri, pengennya langsung transfer antar bank getoo sekalian cek rekening… tapi setelah ditanyain ke teler katanya kiriman insya Allah baru nyampe besok, walah padahal dah dienteni sama mas Boneng kiy. Ya udah aku ambil cash aja mbak, mau setor tunai aja di loket Mandiri. Seep, proses ambil duit sampe transfer di loket berjalan dengan lancar. After transfering aku langsung call mas Boneng.
C#mas, duitnya dah aku transfer barusan
B#oke mbak, matur suwun.
C#sama2 mas

~call ended maneh~

Tujuan selanjutnya aku mau cari tiket bwat ke Jakarta ntar jumat. Langsung aja aku pacu motorku ke kantor Garuda di blakang hotel Bahtera. Begitu masuk langsung disambut sama senyumnya mbak Rizka, langsung aja aku samperin dia. Mbak mo cari tiket ke Jakarta hari jumat tgl 9 besok ada ga? langsung aja dicek sama mbak Rizka, wah tiket untuk yang siang sampe sore dah full tinggal yg pagi jam 9. Waduh, gimana nech… terpaksa aku muter otak lagi. Telp bozz Lut-V:
C#Bozz, aku dino jumat arep e nang Jkt, tapi tiket sing sore full. Piye kiy? entuk ga aku ijin?
BL#entuk ae, tapi pastekno server e wes ready sak durunge awakmu budal. Kapan wong IT ktr pusat teko?
C#jarene sesuk lek sido…
BL#yo wes awakmu kontak2an disik karo wong IT ktr pusat sing arep e teko. Lek wes mari sak durunge dino jumat yo gpp budalo.
C#seep bozz, aku tak coba telp saiki.

~call ended between me n my bozz~
~call attemp to IT HQ, Mas Roy, Mas Sekenda, tapi ga diangkat2 :( ~

tau2 ada telp dari mas Roy
R#lapo ndhuk?
C#mas, kapan arep e mrene?
R#sesuk, soale vendor e jek tas installasi nang Medan.
C#kiro2 butuh pirang dino?
R#sedino sampe rong dino ae, lapo?
C#ooo yo wes lek ngono, soale aku arep e budal nang jkt :D R#yo wes, wes disiapno kan?
C#wes kok, ngko tak cek maneh. Yo wes mas suwun lek ngunu.
R#ok.

~call ended maneh~

Seep, okeh mbak aku booking flight yg tadi. Kebetulan tiket ini aku dapetnya gretong alias gratis karena loyalitasku memakai garuda cieee… maksud e reedemp point ngunu lho… (sorry rek aku ngomong e tuku tiket, padahal ijol poin… tapi tiket sing liyane yo mbayar dewe ;p). Prosesnya ga lama, trus mbaknya bilang tiketnya baru bisa diambil besok ya… okay. Ya udah mbak, aku balik yak…makasih.

lanjut ke part 2 yak…

Bila aku ragu akan dirinya

December 6th, 2005 by cupla

Kala aku ragu akan diri ini dan ragu akan kehadirannya… kupanjatkan doa ini dengan penuh perasaan yang mendalam… mengharap agar Allah mengabulkannya… kadang malam yang sunyi sebagai pendamping dikala aku melantunkan doa ini. Allah… hambamu ini membutuhkan uluran tangan-MU yang maha segalanya…

=============

Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….

Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini

—————————————-
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
—————————————-

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin… Ya Rabbal ‘Alamin

taken from www.dudung.net

thanks for this nice article

Milad-ku

December 5th, 2005 by cupla

Tepat tgl 5 Des 2005 jam 00:00 wita (waktu Balikpapan) aku memasuki usia ke 24 th. Ga terasa dah gede yah, dah hampir seperempat abad aku hidup di dunia fana ini.

Aku masi sering bingung apa yang dah aku berikan untuk kehidupan ini, sebaliknya aku dah mendapatkan banyak pengalaman berharga dan nikmat dalam hidup ini.

Hari ini aku bahagia karena masi diberi kesempatan menikmati hidup yang hanya sesaat. Aku masi ingat bahwa klo umur kita itu semakin hari semakin berkurang sedangkan dosa kita terus bertambah setiap detiknya.

Aku hanya pengen di sisa umur ini aku bisa memanfaatkannya, aku ga pengen hidup sia2… selama diri ini bisa melakukan yang terbaik maka aku akan berusaha melakukannya.

PERUBAHAN… itu yang aku harapkan dan pengen aku lakukan sekarang. Mulai detik ini aku pengen berubah jadi lebih baik… awalnya mungkin aku pengen melakukan perubahan yang ringan… yang jelas aku ga pengen lagi menyakiti hati seseorang. Aku pengen jadi orang yang lebih sabar, lebih bisa mengontrol emosi, bisa lebih tenang menghadapi suatu masalah, lebih bisa menghargai pendapat orang lain. Aku ga pengen punya musuh lagi… aku pengen hidup damai di dunia ini. Aku pengen dapet banyak teman dan sodara.

SENYUM… satu hal yang sampe saat ini aku belum yakin bisa melakukannya dengan baik. Aku akan terus berusaha menebar senyum kala suka dan duka… aku akan melatih agar bisa senyum dengan ikhlas, sejujurnya aku kurang Pe-De klo disuruh senyum… bukannya aku pelit senyum tapi emang aku kurang Pe-De aja.

AMAL… mulai saat ini aku pengen bisa beramal dikala lapang dan sempit. Semua harta ini bukan milikku…semua ini titipan-NYA. Aku harus bisa membelanjakan harta ini dengan bijak di jalan-NYA. Mohon ridho MU ya Robbi… mohon bimbingan-MU.

Tepat tgl 5 Des ini aku juga pengen ngucapin Slamat Ulang Tahun juga kepada saudara2ku yang berbarengan milad nya dengan aku, tapi mungkin beda tahun. Bwat Yuvi (teman sekelas pas STM MOKLET), Asih (adik kelas waktu STM doeloe, angkatan 8), Desly (yang dah kaya adik ndiri di GraPARI Telkomsel Samarinda)… moga kita bisa memanfaatkan sisa umur kita masing2 di jalan kebenaran. Moga tercapai segala cita dan cinta kita yang selama ini masi tertunda… smoga Allah SWT ridho dengan apa yang kita lakukan amiin.

special thanks for:
My Luvly Parents, tanpa mu aku ga bakalan lahir ke dunia ini
My Luvly Sister, satu2nya sodaraku yang sering aku jadikan tempat curhat dan yang dah ngasi aku dua ponakan yang lucu2 dan pinter2
Puput yang dah ngucapin pertama kali… asli aku terharu lho :(
Bro Temmy “Red Devil” Himawan yang nemenin aku chating di malam miladku
smua teman2 ku yang sudah memberikan warna dalam setiap detik kehidupanku.