Pantang bagiku untuk jadi benalu…
taken from true story of me at a beautiful place …
Malam yg kian larut seakan semakin membawa diri ini larut dalam satu penyesalan yang amat sangat dalam.
Memang tak pantas bagiku untuk mengeluhkan sesuatu… namun aku juga bingung kemana aku mesti mengadu… mungkin dengan menuangkan dalam sebuah cerita akan lebih melegakan bagiku.
Saat ini aku ga tau mesti berbuat apa, disatu sisi aku masi menginginkan bertemu dan berkumpul bersama dengan teman2… disatu sisi aku harus bisa mencapai cinta yg hakiki.
Satu pertentangan hebat dalam hati… andai aku terlahir sebagai lelaki, maka aku ga akan sepusing ini memikirkan dua hal yg belum tentu bisa berjalan beriringan. Namun kenyataannya aku adalah perempuan, yang secara nyata aku mempunyai kodrat yang berbeda dengan laki-laki. Meski diri ini keras pembawaannya, meski kadang sangar, tapi kadang diri ini ga bisa menahan isak tangis karena memang ada satu sisi terlemah dalam diri ini. Dan aku mengakui hal tersebut… wajar kan???
Episode ini merupakan episode dalam diri yg teramat berat. Aku terus terang ga mau kehilangan semua temanku… aku pasti akan merindukan keceriaan mereka, canda dan tawa yg lepas, kadang celotehan dan humor yang segar… sampai kadang tawaku pun meledak diantara mereka. Subhanallah… ternyata masi ada suasana yg menyenangkan seperti ini. Syukur alhamdulillah aku masi punya banyak teman dan saudara. Sejenak aku melupakan kemelut yang berada di dalam diri ini… sejenak aku hanyut akan kebahagiaan ini.
Tapi saat aku sadar… tawaku pun berhenti, berganti dengan tatapan kosong yang menerawang jauh ke seberang danau. Terlintas dalam hati, apa pantas aku berada di antara mereka???, apa nanti kata orang lain??? apalagi aku yg notabene sudah menggunakan kerudung. Mulai lagi konflik batin berkecamuk… akhirnya tawa yg sempat meledak kini tertahan berganti dengan senyuman…
Saat aku sadar aku harus segera bersujud, sudah waktunya diri ini menghadap dan mencurahkan segala isi hati, sudah waktunya diri ini melaporkan semua perbuatan yg sudah dilakukannya. Tepat, saat itu yang aku butuhkan hanyalan ingin bersimpuh sambil menengadahkan tangan… memohon ampunan… mengakui segala dosa… mengharap maghfirah…
Berawal dari sini aku mendapat banyak pelajaran… dari setiap teguran yang aku dapat dari orang lain, bahkan dari orang yg terdekat denganku. Yup betul, teguran itu datangnya dari sahabatku sendiri. Satu teguran yang bisa membuatku terjaga sepanjang malam, teguran yang membuat nafsu makanku hilang.
Tak pernah aku bayangkan sebelumnya bahwa kalimat itu akan datang dari sahabatku sendiri, satu kalimat yg menyadarkanku bahwa selama ini aku hanya bisa jadi benalu bagi orang lain. Aku bukanlah anggrek yang bisa menumpang kepada orang lain tanpa merugikan orang lain… ternyata aku cuma benalu…
Selama ini aku terus-terusan menggantungkan diri terhadap seseorang… dan aku pun tau bahwa suatu saat ini akan terjadi. Sobat, jika ada yg bisa aku lakukan untuk terlepas dari sifat benalu ku ini… aku akan rela melakukannya.
this story is inspired from my true story…
for my luvly friend, my best friend… pliz forgive me… I promise, I won’t ever be a parasit anymore…
thanks for all your help…
this story is dedicate for my best friend… ywn (I still remember this abbreviate letter always printed at physic test papper)