Archive for March, 2006

hmmm… kepengen ga sech???

Saturday, March 4th, 2006

Ketika melihat pasangan yang baru menikah, saya suka tersenyum.
Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka. Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah.
Seorang sahabat yang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu saja mengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar “Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri”. Aih…

Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik, itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan. Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi. Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikah dalam kitab-Nya. Hal ini menunjukkan betapa Allah menunjukkan keutamaan pernikahan. Dalam firmannya, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan rasa kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kalian yang berfikir.” (QS. Ar-Rum: 21).

Menikah itu Subhanallah indah, kata ortu saya dan hanya bisa dirasakan oleh yang sudah menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanya menjadi begitu jelas, alur ibadah suami dan istri. Beliau mengibaratkan ketika seseorang baru menikah dunia menjadi terang benderang, saat itu kicauan burung terdengar begitu merdu. Sepoi angin dimaknai begitu dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantap lezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah dunia milik mereka saja,mengapa? karena semuanya dinikmati berdua. Hidup seperti seolah baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun.

Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguh itu adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istri kepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dan keluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungi dan membimbingnya sepenuh hati. Lanjutnya kemudian.

Saya jadi ingat, saat itu seorang istri memarahi suaminya habis-habisan, saya yang berada di sana merasa iba melihat sang suami yang terdiam. Padahal ia baru saja pulang kantor, peluh masih membasah, kesegaran pada saat pergi sama sekali tidak nampak, kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya karena masalah kecil, emosi istri meledak begitu hebat. Saya kira akan terjadi “perang” hingga bermaksud mengajak anak-anak main di belakang. Tapi ternyata di luar dugaan, suami malah mendaratkan sun sayang penuh mesra di kening sang istri. Istrinya yang sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunya mengembang kemudian dan merdu uaranya bertutur “Maafkan Mama ya Pa..”. Gegas ia raih tangan suami dan mendekatkannya juga ke kening, rutinitasnya setiap kali suaminya datang.

Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang suami kenapa ia berbuat demikian. “Saya mencintainya, karena ia istri yang dianugerahkan Allah, karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena saya mencintainya” demikian jawabannya.

Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cinta mempunyai tanda-tanda.

Pertama, ketika mereka saling mencintai maka sekali saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka akan saling setia senantiasa, memberikan semua komitmen mereka.

Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan mengutamakan yang dicintainya, seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga, dan seorang suami tentu saja akan mengutamakan istri dalam hal perlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama saling mengutamakan, tidak ada yang merasa superior.

Ketiga, ketika mereka saling mencintai maka sedetikpun mereka tidak akan mau berpisah, lubuk hatinya selalu saling terpaut. Meskipun secara fisik berjauhan, hati mereka seolah selalu tersambung.Ada do’a istrinya agar suami selamat dalam perjalanan dan memperoleh sukses dalam pekerjaan. Ada tengadah jemari istri kepada Allahi supaya suami selalu dalam perlindunganNya, tidak tergelincir. Juga ada ingatan suami yang sedang membanting tulang meraup nafkah halal kepada istri tercinta, sedang apakah gerangan Istrinya, lebih semangatlah ia.

Saudaraku, ketika segala sesuatunya berjalan begitu rumit dalam sebuah rumah tangga, saat-saat cinta tidak lagi menggunung dan menghilang seiring persoalan yang datang silih berganti. Perkenankan saya mengingatkan lagi sebuah hadist nabi. Ada baiknya para istri dan suami menyelami bulir-bulir nasehat berharga dari Nabi Muhammad. Salah satu wasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat terakhir kehidupannya dalam peristiwa haji wada’ : “Barang siapa - diantara para suami - bersabar atas perilaku buruk dari istrinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang siapa -diantara para istri- bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiah, istri fir’aun” (HR Nasa-iy dan Ibnu Majah ).

Kepada saudaraku yang baru saja menggenapkan setengah dien, Tak ada salahnya juga untuk saudaraku yang sudah lama mencicipi asam garamnya pernikahan, Patrikan firman Allah dalam ingatan : “…Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami) dan kalian adalah pakaian bagi mereka…” (QS. Al-Baqarah:187).

Torehkan hadist ini dalam benak : “Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a).

Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah keluarga, Kepada para pasutri yang usia rumah tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlah ketika suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah istri Nabi, maka suami juga harus meniru perlakukan Nabi Muhammad kepada para Istrinya.Begitu juga sebaliknya.

Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang shalehah, istri yang ketika suami memandangnya pasti menyejukkan mata, ketika suaminya menuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia akan mentaatinya, juga tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjaga harta dan kehormatannya. Istri yang tidak silau dengan gemerlap dunia melainkan istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha suami. Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakan istrinya. Suami yang selalu dan selalu mengukirkan senyuman di wajah istrinya.

Disarikan dari berbagai Sumber

======================

Nah, jujur nech… pengen ga sech untuk segera menikah setelah baca tulisan diatas???eit, tapi ingat luruskan niat, sempurnakan ikhtiar dan terakhir tawakal kepada Allah…. Jangan hanya pengen cepet nikah gara2 kepentok umur yang dah ga muda lagi, atau hanya gara2 desakan ortu, atau gara2 cuma pengen taruhan aja…

Yang jelas klo emang dah muanteb, dah siap, dah ketemu calon segera nikah yak… ;) Terus terang aku juga kepengen menyegerakan kok, tapi hmmm… dimana yak calonnya kok blum muncul xixixi… ah never mind... alias tenang… insya Allah sudah ada calon yg disiapkan oleh Allah… dan yang pasti semua kehendak Nya adalah yg terbaik bwat kita kok… Aku yakin seyakin yakinnya… Allah akan menjawab doaku, Allah akan menjawab permohonanku saat aku hanya berdua dengan Nya…

A Y A H…

Saturday, March 4th, 2006

Suatu ketika, ada seorang anak wanita yang bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya : “Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk ?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu bergumam : “Aku tidak mengerti.” Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, yang membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya kepada Ibunya : “Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk ? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?”

Ibunya menjawab : “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban sang Ibu.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran, mengapa wajah Ayahnya yang tadinya tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi terbungkuk-bungkuk ?

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa kepenasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi.”

“Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya.”

“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetes keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya.”

“Ku-berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya.”

“Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya.”

“Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dilecehkan oleh anak-anaknya.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Isteri yang baik adalah Isteri yang setia terhadap Suaminya, Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga sakinah dan badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya.”

“Ku-berikan kepada Laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh Laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, bersuci, berwudhu dan melakukan shalat malam hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdzikir, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya.

“Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah.”

=======================================
Sebuah tulisan yang sangat menyentuh… Ayah, saat ini aku merindukanmu… smoga Allah senantiasa melindungimu, karena aku jauh…

Bwat para ikhwan yg sudah siap jadi ayah, cerita diatas menggambarkan bahwa tanggung jawab seorang ayah tidaklah ringan… selamat berjuang wahai akhih… smoga menjadi ayah yang senantiasa didambakan keluarga, dihormati oleh anak2 dan disayang oleh istri serta senantiasa mampu membawa keluarga ke jalan Allah…amiin

Pantang bagiku untuk jadi benalu…

Saturday, March 4th, 2006

taken from true story of me at a beautiful place …

Malam yg kian larut seakan semakin membawa diri ini larut dalam satu penyesalan yang amat sangat dalam.

Memang tak pantas bagiku untuk mengeluhkan sesuatu… namun aku juga bingung kemana aku mesti mengadu… mungkin dengan menuangkan dalam sebuah cerita akan lebih melegakan bagiku.

Saat ini aku ga tau mesti berbuat apa, disatu sisi aku masi menginginkan bertemu dan berkumpul bersama dengan teman2… disatu sisi aku harus bisa mencapai cinta yg hakiki.

Satu pertentangan hebat dalam hati… andai aku terlahir sebagai lelaki, maka aku ga akan sepusing ini memikirkan dua hal yg belum tentu bisa berjalan beriringan. Namun kenyataannya aku adalah perempuan, yang secara nyata aku mempunyai kodrat yang berbeda dengan laki-laki. Meski diri ini keras pembawaannya, meski kadang sangar, tapi kadang diri ini ga bisa menahan isak tangis karena memang ada satu sisi terlemah dalam diri ini. Dan aku mengakui hal tersebut… wajar kan???

Episode ini merupakan episode dalam diri yg teramat berat. Aku terus terang ga mau kehilangan semua temanku… aku pasti akan merindukan keceriaan mereka, canda dan tawa yg lepas, kadang celotehan dan humor yang segar… sampai kadang tawaku pun meledak diantara mereka. Subhanallah… ternyata masi ada suasana yg menyenangkan seperti ini. Syukur alhamdulillah aku masi punya banyak teman dan saudara. Sejenak aku melupakan kemelut yang berada di dalam diri ini… sejenak aku hanyut akan kebahagiaan ini.

Tapi saat aku sadar… tawaku pun berhenti, berganti dengan tatapan kosong yang menerawang jauh ke seberang danau. Terlintas dalam hati, apa pantas aku berada di antara mereka???, apa nanti kata orang lain??? apalagi aku yg notabene sudah menggunakan kerudung. Mulai lagi konflik batin berkecamuk… akhirnya tawa yg sempat meledak kini tertahan berganti dengan senyuman…

Saat aku sadar aku harus segera bersujud, sudah waktunya diri ini menghadap dan mencurahkan segala isi hati, sudah waktunya diri ini melaporkan semua perbuatan yg sudah dilakukannya. Tepat, saat itu yang aku butuhkan hanyalan ingin bersimpuh sambil menengadahkan tangan… memohon ampunan… mengakui segala dosa… mengharap maghfirah…

Berawal dari sini aku mendapat banyak pelajaran… dari setiap teguran yang aku dapat dari orang lain, bahkan dari orang yg terdekat denganku. Yup betul, teguran itu datangnya dari sahabatku sendiri. Satu teguran yang bisa membuatku terjaga sepanjang malam, teguran yang membuat nafsu makanku hilang.

Tak pernah aku bayangkan sebelumnya bahwa kalimat itu akan datang dari sahabatku sendiri, satu kalimat yg menyadarkanku bahwa selama ini aku hanya bisa jadi benalu bagi orang lain. Aku bukanlah anggrek yang bisa menumpang kepada orang lain tanpa merugikan orang lain… ternyata aku cuma benalu…

Selama ini aku terus-terusan menggantungkan diri terhadap seseorang… dan aku pun tau bahwa suatu saat ini akan terjadi. Sobat, jika ada yg bisa aku lakukan untuk terlepas dari sifat benalu ku ini… aku akan rela melakukannya.

this story is inspired from my true story…
for my luvly friend, my best friend… pliz forgive me… I promise, I won’t ever be a parasit anymore…
thanks for all your help…

this story is dedicate for my best friend… ywn (I still remember this abbreviate letter always printed at physic test papper)

Eits…tunggu dulu jangan marah… ;)

Friday, March 3rd, 2006

Hmmm… btw aku nemu satu artikel yang lumayan bagus nech bwat referensi sekaligus mungkin refleksi atas diri kita… terutama aku ndiri kayaknya. Maklum, kan dah terkenal klo aku ini orangnya pemarah, gampang naik pitam, ga sabaran, temperamental… pokoknya aku orangnya ga banget dueh… pantesan banyak teman2ku yg pada kaburan xixixi…

========================================

Apa pula ini? Masak marah aja ada aturannya. Emang sih kamu berhak meluapkan amarah, tapi dalam banyak situasi ada batasan-batasannya.

Misalnya, kurang menguntungkan bila kamu marah-marah di depan kelas. Bahkan meskipun kamu merasa benar dan dapat menunjukkan semua bukti dan argumen yang mendukung. Soalnya, orang lain akan cenderung berisikap defensif dan parahnya bisa berkembang pada keinginan balas dendam. Demikian dituturkan Dr. Sandra Thomas, R.N, Ph.D seorang peneliti perihal amarah dan direktur Center for Nursing Research di University of Tennese, Knoxville.

Asal tahu aja, tidak hanya etika sosial budaya menyebabkan kita kudu membatasi rasa marah tapi masalah kesehatan juga ikut berperan. “Ketika marah, tubuh kita mengalami berbagai perubahan fisiologis, karena amarah memicu reaksi melawan atau lari,” kata Christopher Peterson, PhD, pengarang Health anda Optimism dan dosen psikologi di University of Michigan, Ann Harbor.

“Kadar adrenalin meningkat, jantung berdegup lebih kencang, napas memburu dan dangkal, pencernaan berhenti,” imbuhnya. So, sering marah-marah bisa mengingkatkan reriko pernyakit jantung, tekanan darah tinggi dan penyakit-penyakit mematikan.

Malah dalam penelitian terakhir para dokter di Universitas of North Carolina, mereka menemukan orang yang temperamental (pemarah) memiliki tiga kali resiko terkena penyakit jantung yang akut dan fatal. Hasil ini didapat sewaktu mereka meneliti sebanyak 13 ribu orang di North Carolina selama enam tahun.

“Semua emosi mempunyai pengaruh tertentu kepada cara berpikir kita. Tapi emosi-emosi yang kuat dapat memperlambat kemampuan penalaran, kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan kita,” kata Dr. Mara Julius, Sc.D, ahli ilmu epidemi psikososial di Univesity og Michigan School of Public Health yang telah lebih dari 20 tahun mempelajari cara mengatasi marah yang berpengaruh pada kesehatan laki-laki dan perempuan.

“Ketika kamu merasa marah atau terbelenggu oleh dendam, semua itu menjadi beban. Pada sebagian orang , ini memperlambat proses berpikir dan pada sebagian yang lain bakal menghentikan proses berpikir sama sekali,” sambungnya.

Cara Marah yang Benar
Bila perasaan marah kamu ditangani secara benar, menurut Dr. Julius, kamu bakal terhindar dari masalah-masalah hubungan sosial dan kesehatan. So, di bawah ini adalah cara marah yang bener.

1. Cari tempat aman.
Carilah tempat “aman” untuk meluapkan marah kamu. Caranya, sebelum kamu ngomong ama orang yang bikin kamu jengkel, bicarakan dulu ama orang yang kamu percaya. Pilih teman dekat, pacar, atau seseorang yang kamu percayai untuk mengungkapkan perasaan marah Anda. Soalnya, kalau kamu nekat nglabrak malah bisa nambah masalah. Dan ujung-ujungnya kamu tambah mangkel, jengkel dll.

2. Dekati orang yang bikin kamu marah
Setelah rasa marah kamu reda, bicaralah pada orang yang menjadi “sumber masalah”. Ini penting untuk membuat jernih semua permasalahan. Awali pembicaraan, misalnya dengan, ” Tindakan atau perkataan kamu, mengganggu perasaanku. Ada yang kudu diluruskan dan dibicarakan. Apa kita bisa membicarakan ini dengan baik?”

3. Kenali hal-hal yang jadi penyebab kemarahan kamu.
Temukan akar masalah untuk menemukan faktor pemicunya. Pasti ada hal-hal tertentu yang biasanya mendasari reaksi marah kamu. Bila tidak berhasil, mulailah mencatat ketika reaksi-reaksi marah itu timbul dan menulis pengalaman-pengalaman amarah kamu. Cara ini bakal memberikan kamu kesempatan untuk mempelajari segala sesuatunya dan bereaksi lebih rasional. Akhirnya, kamu bakal merasa mampu mengendalikan diri dengan menghentikan konfrontasi langsung.

4. Temukan cara melepaskan diri.
Kalau kamu mudah naik darah, ada anjuran agar menggunakan energi yang meluap-luap itu secara positif. Misalnya menggunakan energi itu untuk kegiatan fisik. Seperti jogging atau olah raga lainnya. Soalnya olahraga menyalurkan adrenalin lebih positif ketimbang membiarakannya larut sendiri. Dan kamu pun dapat menjernihkan pikiran untuk sementara.

5. Atur Nafas
Ketika diselimuti kemarahan, cobalah mengulur waktu untuk menenangkan diri. Kamu bisa pergi sejenak dari situasi tersebut. Carilah tempat sepi dan lakukan semacam meditasi dengan menarik nafas dalam-dalam. Setelah pikiran tenang, baru kamu kemukanan apa yang ingin kamu katakan. (dari berbagai sumber)
———
percikan-iman.com

====================================================
Nah, dah tau kan how to control your emotion…. great, hope we can do the best lah…
dan yang jelas aslinya aku ga pengen marahi orang lain (kecuali terpaksa lho) dan aslinya aku juga ga pengen bikin marah orang lain (tapi knapa yach yg satu ini rasanya ada aja penyebabnya…padahal dah di “ati-ati” ngomongnya, sampe kadang takut ngomong soalnya takut salah dan akibatnya bikin orang lain marah… susyah juga yach, maklum kita kan makhluk sosial dari berbagai type dan karakter yg berbeda…)

Sekali lagi aku mohon maaf yg sebesar-besarnya kepada semua orang yang hatinya pernah terluka oleh tajamnya perkataan yg keluar dari mulut ini. Mohon maaf jika ada kata atau perbuatan yg pernah membuat marah, atau mungkin saat ini ada yg masih marah dengan saya… saya mohon berikan maafmu bwatku… aku mengharap ketulusan permaafan dari semua hati dan semua orang yg pernah tersakiti olehku…

SIAPAKAH ?

Friday, March 3rd, 2006

Questionmark2

taken from maillist bagimuwanita

Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan
waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan
seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s
Maka sempatkanlah bagimu untuk
beribadah…………..dan bersegeralah!

Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang
yang ditimpa musibah lalu dia berucap "Inna lillahi
wainna illaihi rajiuun." Kemudian berkata,"Ya Rabb,
Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir
senyuman.
Maka berbaik hatilah dan bersabar……………

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa
yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang
sementara ini.
Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau terima dan
berbagilah…….

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan
nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.
Maka janganlah kau menjadi kiikir juga
dengki………..

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia
pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat
dan amal-amal kebaikan.
Maka hargailah waktumu dan bersegeralah…………..

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai
akhlak yang baik.
Maka peliharalah akhlakmu dari dosa dan
noda………………………..

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah
orang yang mati membawa amal-amal kebaikan dimana
kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
Maka beramal shalehlah selagi sempat dan
mampu……………

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi
dihimpit?

Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang
yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu
kuburnya menghimpitnya.
Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah
dunia…………

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang
menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal
sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Maka peliharalah akal sehatmu dan pergunakan
semaksimal mungkin untuk mengharap
ridho-Nya…………..

Siapakah org yg pelit ?
Orang yg pelit ialah org yg membiarkan atau membuang
email ini begitu saja, malah dia tidak akan
menyampaikan kepada org lain.
Maka sampaikanlah kepada yang lain sedikit berita
gembira ini selagi sempat, karena tiada ruginya
bagimu………..

Amiin ya rabbal alamiin………….

my First n Last

Friday, March 3rd, 2006

Bikers

Try to learned every thing about my tour yesterday… tour de Jatiluhur…
============================================================

Kemaren hari Jumat, 24 Feb 2006 aku ikutan touring ke Jatiluhur bersama beberapa orang dari WBC. Saat itu sekitar 15 motor dengan 16 orang (ada satu orang boncenger) berangkat bersama-sama dari pelataran Menara Multimedia di Kebon Sirih sekitar pukul 00:00 dini hari tgl 25 Feb 2006.

Saat itu aku satu2nya peserta wanita yg mengikuti kegiatan ini, bukannya apa2… memang di satu sisi aku bangga karena I can do this… but infact ada satu penentangan dalam hati. Tapi tetep aja aku usahakan berangkat karena ada dorongan semangat dari teman2. Padahal awalnya aku sempat bimbang banget, karena sebelum2nya sempat muncul konflik. Memang sih yg memulai konflik itu aku, karena ulahku yang mengirimkan sebuah email ke maillist komunitas.

Akhirnya aku putuskan untuk tetap berangkat meski dengan setengah hati, you know what I mean??? yup, karena tak seharusnya seorang wanita keluar malam hari bersama rombongan para kaum adam yg jelas2 bukan mahrom. Tetapi karena posisiku yg pada waktu itu sebagai sekretaris maka sedikit banyak aku masi punya tanggung jawab dan amanah sebagai orang yg dipercaya sebagai pengurus.

Aku pengennya pada waktu itu menyempatkan diri untuk mengumumkan sesuatu, tapi apa daya rencana hanya tinggal rencana, dan sampai saat ini aku hanya bisa diam dan menyimpan masalah ini rapat2 di dasar hati.

Touring kali ini mungkin akan jadi satu kenangan yg terindah dalam hidupku, yang nantinya bisa aku ceritakan ke anak cucu bahwa duku aku pernah melakukan satu hal yg luar biasa. Semua itu terjadi karena rasa persaudaraan yg erat diantara kami…

Bimbang….

Saat ini hanya kebimbangan yg sedang menderaku… disatu sisi aku masi berada dalam suatu komunitas biker dan di sisi lain Insya Allah aku pengen banget hijrah. Yup, hijrah dari jalan yg selama ini melenceng ke jalan Allah yg lurus. Aku pengen bisa jadi true muslimah… pengen memakai baju gamis yg anggun, bertutur kata yg lembut, berkumpul dan menghadiri majelis ilmu bersama para akwat, sering menangis karena datang ke majelis dzikir.

Rasanya indah mungkin dunia ini jika aku bisa seperti itu. Kadang hati ini ngiri saat liat akhwat berkumpul dan berjalan bersama, rasanya pengen jadi bagian dari mereka. Aku ingin seperti dulu lagi waktu ikut liqo’ saat SMA di Jombang… oh, jadi rindu sama teman2ku… rindu sama uhkti Vivi, ukhti Nita, ukhti Fitri, dan ukhti2 yg lain… maaf aku lupa namanya, tapi aku ga akan lupa jasa kalian dan wajah kalian yang dengan semangat fi sabilillah membantuku untuk segera menutup aurat.

Sekarang alhamdulillah aku sudah mampu menutup aurat ini, tapi ternyata aku masi jauh dari pakaian syar’i yg sdh dijelaskan dalam Al Qur’anul Kariim. Tapi mungkin ini akan aku lakukan secara bertahab, seperti kata temanku kemaren… bahwa semua itu memerlukan suatu proses yg pelik. Yang penting saat ini adalah aku harus bisa istiqomah dengan pakaian ini. What ever they said bout me… It’s me as a muslimah… I don’t care what they said… meski aku hina di dunia aku ga akan menyesal, karena tidak semuanya yg hina di mata dunia itu hina pula di hadapan Allah, mungkin saja hal ini hina di dunia tapi mulia di hadapan Allah.

Baru aku sadari bahwa tubuh ini hanya pinjaman dari Allah, maka dari itu kewajiban kita untuk menjaganya.

Satu Keputusan…

Berat memang jika harus mengatakan ini… aku ga boleh setengah2, aku harus total dalam satu hal. Aku ga boleh jadi pengecut, ga boleh jadi orang yang munafik… yg pengennya untung saja.

Bukan karena dorongan seseorang, bukan karena bujukan seseorang, bukan karena ancaman seseorang, dan juga bukan karena pengaruh seseorang… tapi karena dorongan hati nurani, kodrat dan mungkin hidayahNya yang sedang menaungiku akhirnya aku putuskan untuk mulai mengurangi kegiatan bikers dan mungkin suatu saat nanti aku akan menjadi biker pasif.

Memang aku belum resmi bilang ke mereka karena kondisi saat ini belum memungkinkan. Insya Allah aku akan masi membantu dalam hal administrasi… aku ga mau semuanya jadi kacaw lagi. Aku ga mau mendholimi orang lain lagi.

Masalah motor aku ga akan membesar2kannya… aku akan membawa kembali ke Balikpapan. Insya Allah aku akan membawanya sebagai tungganganku ke jalan yang benar. Aku ga ingin lagi merepotkan orang lain, ga ingin lagi mendholimi orang lain. Aku ingin liat orang lain bahagia, bukan sebaliknya. Cukup sudah musuh yg selama ini aku buat, aku ga pengen punya musuh lagi…

Aku harus melawan ego ku, apapun yg terjadi aku akan berusaha meminta maaf kepada semua orang yg pernah aku lukai hatinya. Aku ingin minta maaf kepada semua orang yg pernah aku dholimi.

Allah, mohon kekuatan untuk melawan ego ini, mohon kekuatan agar lisan ini mampu mengutarakan permohonan maaf. Cukup sudah aku menjadi public enemy, aku ingin jadi seorang muslimah yg bisa menyejukkan hati dan pandangan.

Wish me luck yak… istilah muslimah biker itu mungkin hanya akan jadi angan2 saja, karena istilah itu tidak akan pernah aku dapatkan… karena keduanya tidak bisa aku lakukan beriringan.

Maaf bwat semua hati yg pernah terlukai oleh sayatan kata2 yg keluar dari lisan ini… maaf bwat semua insan yang pernah terdholimi oleh perilaku yg dilakukan oleh diri ini… maaf semuanya…

Bantulah aku wahai saudaraku, bantu aku untuk membuka lembaran baru, bantu aku untuk mencari bekal masa depan, bantu aku untuk mendapatkan kasih sayang Allah. Bantu aku yg masi merangkak dalam meniti ilmu ini, karena aku ga akan sanggup jika harus langsung berlari… aku akan jatuh…

My First n Last

So guys, touring kemaren itu mungkin jadi touring pertama dan terakhir bagiku… aku lebih berat pada satu hal… insya Allah kebahagiaan abadi yg dijanjikan… teruskan perjuangan menjadi biker teladan… mungkin kalian lah yg pantas menjadi raja jalanan yg menjadi tauladan bagi biker2 yg lain. Jangan jadikan biker sebagai satu kebanggaan yg membawa kita pada sikap arogansi, tapi jadikan biker sebagai tauladan yg baik di jalan. Selalu santun, sopan, smart, dan safe di jalan, dan tak lupa smile. Long live biker, keep rolling in a brotherhood. All bikers are brother… I’ll remember that words forever….

Ikut Islam Apa Sih?

Thursday, March 2nd, 2006

Allah_1

Artikel Islami
22 Februari 2006 - 08:43

Pertanyaan itu sudah bosan kudengar dan kujawab. Pertama kali kudengar dari seorang penjaga sekolah yang begitu perhatian denganku. Sejak kelas 1 SMA, aku mendapat tambahan pelajaran agama Islam secara intens dan privat. Namun setahun pertama pelajaran itu kuabaikan saja dan aku tak merubah diri sebagaimana yang “mereka” harapkan. Prestasiku di kelas 1 juga tak begitu menonjol. Tetap saja ada kemalasan yang menyergap tiap kali jam belajar mulai.Itulah yang membuat namaku terkenal, bukan terkenal karna kebaikanku tapi terkenal karna kemalasanku.

Lelah dengan apa yang kulakukan selama itu, akhirnya aku coba beberapa resep yang diberikan kakak kelas yang setiap kali bicara tentang Islam didepan mataku dan 7 orang temanku yang lain. Alhamdulillah, ternyata berhasil. Ini pertolongan Allah. Ya, kuyakinkan diri kalau yang kulakukan untuk bangkit dari kemalasan adalah pertolongan Allah. Aku hanya berusaha, sebagaimana kak Budi sering katakan…

Sejak itu, kutata kembali seluruh perangkat hidupku. Kucoba sedemikian rupa agar nampak indah susunannya, sehingga orang akan mudah menerimaku jika minta dibimbing. Mulai dari pakaian, gaya bicara dan perangai yang buruk kuusahakan masuk ke tong arsip.

Pak Udin -nama penjaga sekolah- merasa keanehan dengan perubahanku yang sebenernya dia terima, tapi beliau tetap sangsi “Paling juga lu cuma tobat sambel…”. Aku tak tersinggung dengan beliau yang memang kesehariannya akrab ngocol denganku sambil jaga parkir. “Gara-gara Ari ikutan rohis tuh, gue jadi ga ada temen…” kesalnya beberapa kali ditumpahkan ke penjaga sekolah lainnya.

Aku memang paling senang bergaul dengan semua golongan, tua-muda, kerja-pengangguran, sekolah-kuliah, tukang ini-tukang itu. Banyak pelajaran yang diambil dari mereka. Walaupun pada awalnya cuma iseng saja, namun witing tresno jalaran soko kulino.Minimal buat nasihat diri kalo sedang down.

1-2 Tahun kemudian…
Semua pelajaran kusuka. Prestasi kuraih, Alhamdulillah. Beasiswa juga setiap semester dapat. Pak Muslik, guru Matematika yang saat kelas 1 sering memarahiku kini jadi temen akrab, sering share, bahkan beliau curhat masalah anaknya yang ikut suatu organisasi Islam. Tahun itu memang belum begitu terkenal istilah teroris. Namun perasaan curiga ada saja. Islam inilah-islam itulah.

“Ri, lu ikutan islam apa sih?” tanya Pak Udin tampak serius kali ini. “Hmm… bapak nih nanya macem-macem aja. Saya islam biasa” jawabku. “Ooo.. N.U?” aku geleng. “Muhammadiyah?” aku juga geleng. “Persis?” aku geleng lagi. Sekarang ganti aku yang bicara “Pak, bapak islam apa?”

Pak Udin dengan ringan menjawab “saya mah islam KTP, kan lo tau kalo solat saya cuma solat Jum’at hehe..”. Kebanyakan saudara seiman kita memang sering menganggap enteng perkataan yang diluapkan, termasuk aku mungkin secara tidak sengaja. Tapi semua akan diampuni atas kehendak Allah.

“Pak Udin yang soleh, Islam itu cuma satu ya Islam yang syahadat, Islam yang Sholat, Islam yang Puasa, Islam yang Zakat, Islam yang Haji bagi orang mampu. Saya juga baru ngerti Islam sekarang-sekarang ini, jauh sebelum bapak, mungkin pengalaman saya lebih sedikit dibanding bapak. Tapi, bicara masalah Islam itu bukan bicara masalah pengalaman atau umur. Bapak tau Qur’an kan? Disana dijelaskan panjang lebar, bagaimana seharusnya kita membayar jasa Allah atas penciptaan kita, walaupun Dia gak akan miskin kalau kita gak menyembahnya. bapak juga tau Sunnah Rasul kan? Disitu juga dijelasin a sampe z tata cara muamalah, bermasyarakat, berpolitik tapi yang gak menyimpang dari Islam. NU, Muhammadiyah, Persis, itu kan hanya kepanjangan tangan dari ilmu fiqh yang mereka anut. Itu semua cuma organisasi loh. Jauh sebelum NU, Muhammadiyah dan Persis atau lainnya sudah ada Islam yang bener-bener Islam, bersatu dalam satu barisan. Sampai orang kafir takut memeranginya karena begitu tangguhnya rasa ukhuwah, persaudaraan antar mereka, padahal sepele pak, cuma gara-gara kawannya kehilangan botol airnya yang nyemplung di sungai. Semua langsung nyari…”

Pak Udin nampak serius mendengarkannya, tak biasanya beliau begitu perhatian terhadap pembicaraan orang. Biasanya, walaupun yang bicara guru, beliau akan memotongnya. Alhamdulillah, rupanya beliau sedang diberikan hidayah mendengar…

“Nah, masalahnya, sekarang ini kepentingan kelompok lebih utama dari kepentingan Islam itu sendiri. Okelah Islam ada 200 organisasi di Indonesia, tapi kalau saja dominasi kepentingan golongan dinomer sekian, mungkin kita gak kocar-kacir gini kalo sedang dilanda konflik. Orang juga kan menganggap aneh bangsa kita yang termasuk penganuh Islam terbanyak, kenapa bangsa kita masuk ke rangking 3 negara terkorup?? Akhirnya apa, yang non-muslim beranggapan “tuh liat, islam tuh, korupsi juga!!”. Siapa yang disalahin, ustadz kan? kan ustadz yang sering ceramah, diatas panggung, mimbar, seminar. Itu juga salah, kewajiban menyampaikan Islam tuh bukan cuma tugas ustadz Pak. Menyampaikan ajaran Islam itu udah kewajiban kita semua, terserah cara menyampaikannya gimana, bisa dengan omongan, bisa juga dengan tingkah laku atau bisa juga dengan prestasi. Bapak menjadi penjaga sekolah, trus ikhlas menjalaninya, rajin sholat, bisa ngaji, murah senyum, ramah (bukan rajin menjamah lho!! hehe) itu dah bisa disebut da’wah. Gampang kan?? Nah, sekarang bapak Islam apa?..”

Pak Udin hanya menjawab “Ya Islam yang seperti lu bilang tadi hehe…” sambil merangkul pundak seakan kami sepasang sahabat yang berbeda usia.

Karena penjelasan itulah, orang akan menjadi faham, bahwa Islam is Islam. yang menjadi kelemahan kita (termasuk aku) adalah rasa malas menyampaikan, terlalu tidak PD (padahal belum dicoba), terlalu memperhitungkan resiko diacuhkan atau lain-lain. Lebih mudah Nahyi munkar dibanding Amar ma’ruf, pengakuan kebanyakan da’i Indonesia.

Lalu, Anda islam apa? Sah-sah saja anda aktif di organisasi islam (harokah) untuk lebih memaksimalkan perjuangan Anda. tapi jangan lupa, Islam lebih awal lahir daripada harokah yang anda loyalkan, jadi utamakan yang lebih tua (baca : Islam) daripada harokah.

* Tulisan ini adalah nasihat untuk diri pribadi dan seluruh temans yang masih bingung dengan atas keberpihakan saya terhadap harokah Islamiyah. Bingkisan khusus buat seorang aktivis salah satu harokah di Makassar.

———
Awan Fi Sabilillah
mujahidmuda1975@yahoo.com

taken from dudung.net

Sebuah Renungan bwat sahabatku…

Wednesday, March 1st, 2006

Sebuah renungan yg aku dapatkan dari seorang teman yg menulis di maillist ukhuwah_sehati.

Makasih atas tulisannya… aku bantu nyebarin yak… moga bermanfaat bagi siapa saja yg membacanya, dan bwat akhih Zoe Albani senantiasa mendapat pahala atas ilmu yg telah dibagikan ke kita. Amiin yaa Robbal ‘Alamiin…

======================================================

Sahabatku……………………………………………………..
Jangan sedih bila sampai saat ini belum juga diijinkan oleh Allah SWT bertemu sang  " Teman Sejati "  akan jauh lebih baik bila kita renungkan……
*  Bersyukur kepada Allah atas nikmat karuniaNya karena sampai saat ini kita masih di berikan nikmat iman kepadaNya.
* Bersyukur kepada Allah, karena masih di beri waktu untuk terus menimba ilmu ( bisa  ikut kajian dimana-mana, dapet temen baru , kenalan baru, info-info baru dll…tul nggak…ntar klu udah nikah waktunya agak terbatas neeh………)
* Tanya pada diri sendiri , apa sudah yakin bahwa kita sudah " SIAP" menikah. SIAP bukan sekedar kalimat  ataupun kata-kata. SIAP disini adalah siap lahir bathin , mental , dan Insya Allah  semua di laksanakan karena Allah SWT. agar dapat RidhoNya……
So…..Jgn karena omongan orang  ( kapan nikah ?….dlllllllll) bete’ ? dongkol ?…..Jangan atuh tapi sikapi dengan :
"Tariiik Napaaas…, senyum… jawab dech… "
Insya Allah..doakan ya… mudah-mudahan saya dapat yang terbaik dari ALLAH… Amiiin…
Jadi… ayolah sahabat … semangat… terus yakin kepada Allah… bahwa kita akan menjadi orang-orang yang dipilih oleh Allah… agar mendapat karuniaNya… JODOH yang terbaik dariNya.
Sahabatku…….sedikit ilmu dari Aa’ Gym :
Kiat agar kita bisa bangkit dan terus percaya diri kuncinya adalah :
" BERIBADAH DENGAN BENAR DAN ISTIQOMAH "
Tujuannya :
1. Agr hidup kita lebih tertib dan selalu dijalanNya
2. Iman kita menjadi kokoh
3. Hidup kita lebih tenang, karena tenang sumber kekuatan hidup.
4. Terkendali
5. OPTIMIS
6. Terbimbing
7. Yakin akan pertongan ALLAH.
Baik sahabatku hanya itu yang bisa saya sampaikan… salam perkenalan ya.

Berhentilah Sejenak…

Wednesday, March 1st, 2006

Ketika
kepak sayap
Makin melemah

Ketika
langkah harapan
Semakin gelap

Sekujur tubuh lusuh
Melunglai peluh
Mata menyayu
Lebam dan kuyu

Kepenatan menjalar disekujur nadi
Seolah tak ada lagi bahu tempat bergayut

Tunggu dulu sahabat …!

Jangan tergesa kau gadaikan
Segenap waktu dan kidung kerja emasmu selama ini

Jangan jadikan itu sejarah pemanis basi
Jangan hanyutkan perisaimu yang tersisa

Berhentilah sejenak ….

Bukankah setiap kita membutuhkannya?
Sekedar menghela deru panjang
nafas kisah kita selama ini
Sekedar meletakkan tas ranselmu
Yang berdebu dan robek disudut ujungnya

Aku tahu….
Tajamnya duri semakin melebarkan lukamu
Saat mendaki curamnya tebing terjal itu

Aku tahu….
Gurun panas ini terasa sangat panjang
Seolah tak putus putus

Berhentilah sejenak….

Bersihkan tubuhmu
Basuhi dengan air jernih di pancuran
Duduklah disudut temaran tempat  kita dulu

Menatapi gemintang …..
Dan luasnya jagat langit dengan segala hamparannya….
Melempar alam sadar kita
Akan keAgungan karyaNYA….

Ah…..kuyakin kamu tahu
Kita dalam putaran waktu yang berulang
Seperti putaran roda pedati

Kusir kelana di kampung kita dulu
Seketika kamu tahu bukan?
Disetiap ronde yang berat juga ada bel pemisahnya

Jadi…
aturlah nafasmu sahabat….
Tidakkah kau ingat?
Selalu ada DIA  yang Maha Perkasa…
Yang akan segera menyelesaikan episod luka ini….

create by Epri…
23/02/06
untuk sahabatku yang sedang terseok…kokohkan dirimu ..
di bumi selatan Jakarta ditengah awan bergayut

www.portalinfaq.org

source from maillist ukhuwah_sehati

Jangan Bilang Cinta

Wednesday, March 1st, 2006

No_love

taken from STUDIA Edisi 282/Tahun ke-7 (27 Februari 2006)

Ya, jangan bilang cinta kalo kita masih setengah hati mencintai. Jangan
pernah ucapkan kata cinta jika kita masih tak bisa memberikan pengorbanan
terbesar dalam hidup kita demi yang kita cintai. Jangan sampe keluar kata
cinta jika kita tak berani membela yang kita cintai. Sebab, cinta bukan
hanya ucapan yang manis di bibir, bukan kata yang kedengarannya indah di
telinga, dan bukan pula tulisan yang membuat kita merasa bahagia. Bukan
hanya itu. Karena cinta harus diwujudkan dalam perilaku. ‘Kalimah sakti’ itu
harus tercermin dalam perbuatan dan pikiran. Sekali berani bilang cinta,
maka seharusnya kita akan berani berkorban, berani membela, berani
bertanggung jawab terhadap apa yang kita cintai.

Sobat muda muslim, tolong jangan menggombal atas nama cinta. Jangan pula
pura-pura jadi orang yang penuh cinta dengan menipu diri karena sejatinya
kita belum sepenuhnya mencintai apa yang kita cintai. Cinta itu bukan
main-main, cinta adalah wujud dari keseriusan kita bahwa kita akan berusaha
melakukan apa saja demi yang kita cintai. Kalo kita mengecewakan yang kita
cintai, tentunya cinta kita palsu. Kalo kita mengkhianati apa yang kita
cintai, tentunya bukan cinta sejati. Sebab, jika benar-benar cinta kepada
apa yang kita cintai, kita nggak bakalan mengecewakan apalagi
mengkhianatinya. Tul nggak sih?

Jangan bilang cinta kepada Allah, jika…

Jika kita masih melanggar aturanNya. Sungguh sangat aneh jika kita berani
mengatakan cinta kepada Allah, sementara kita doyan alias hobi banget
menolak perintahNya, sementara laranganNya malah kita lakukan. Pastinya ada
yang error alias tulalit kalo kita bilang: “Aku cinta kepada Allah Swt.”,
tapi dalam kelakuan kita nggak mencerminkan kecintaan kita kepadaNya.

Misalnya nih, meski sholat rajin dan puasa rajin, tapi perintah Allah Swt.
yang lainnya seperti menutup aurat kalo keluar rumah nggak kita lakukan.
Anak cewek yang tertutup rapat dengan kain mukena ketika sholat, seharusnya
menutup rapat auratnya pula ketika keluar rumah. Seringnya kan nggak ya.
Rapi pada saat sholat, begitu keluar rumah malah tampil mengumbar aurat. Ke
sekolah nggak pake kerudung dan pakaian jilbab (pakaian terusan—buat anak
SMA sebenarnya bisa disambung pakaian atas putih dan bawah abu-abu).
Sebaliknya, malah pake rok. Meski rok itu menutupi lutut, tapi kan nggak
disebut pakaian muslimah. Padahal, Allah memerintahkan lho untuk mengenakan
busana muslimah buat wanita, sebagaimana dalam firmanNya: “Hai Nabi
katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri
orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka”.. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena
itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha
penyayang.”(QS al-Ahzab [33]: 59)

Yup, kita coba ngasih penjelasan. Begini sobat, jilbab bermakna milhâfah
(baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis), kain (kisâ’)
apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsawb) yang dapat menutupi
seluruh bagian tubuh. Di dalam kamus al-Muhîth dinyatakan demikian: Jilbab
itu laksana sirdâb (terowongan) atau sinmâr (lorong), yakni baju atau
pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang
dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.

Nah, kalo mau pengen tahu penjelasan tambahannya, ada juga keterangan dalam
kamus ash-Shahhâh, al-Jawhârî menyatakan: Jilbab adalah kain panjang dan
longgar (milhâfah) yang sering disebut mulâ’ah (baju kurung).

Nah, kapan mengenakan jilbab? Yang pasti kalo seorang muslimah pergi keluar
rumah. Atau kalo pun di dalam rumah, saat ada tamu asing (bukan mahrom—tentu
laki-laki). Sebab memang tujuannya juga adalah untuk menutup auratnya. Oya,
untuk bisa disebut mengenakan busana muslimah, maka seorang muslimah harus
mengenakan jilbab lengkap dengan kerudungnya. Begitu deh, secara singkatnya.

Bagi anak laki juga sama. Kalo keluar rumah atau kalo di dalam rumah tapi
ada wanita bukan mahrom nggak boleh tuh dipamerin dengkulmu dan udelmu.
Karena aurat laki-laki tuh dari pusar sampe lutut. Wah, kayaknya udah pada
paham deh. Soalnya nih pernah kita pelajari waktu SD dulu. Tul nggak? Ini
sekadar ngingetin aja, gitu lho.

Oya, itu baru kita bahas kewajiban menutup aurat, sementara kewajiban yang
dibebankan oleh Allah kepada kita banyak banget. Sebut saja tentang sholat,
puasa, zakat, pengaturan kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, budaya,
politik, hukum, sampe pemerintahan. Itu baru pokok-pokoknya, belum cabangnya
dari situ. Wah, kalo ditulis bisa ngabisin jatah halaman di buletin ini.
But, intinya nih, jangan bilang cinta kepada Allah kalo kita doyan menolak
kewajiban yang diperintahkanNya, malah berani mengamalkan apa yang
diharamkanNya.

Jangan bilang cinta kepada Rasulullah saw….

Jika kita masih melanggar aturan yang ditetapkan Rasulullah saw. Sebab, apa
yang disampaikan oleh Rasulullah saw. sejatinya adalah wahyu dari Allah Swt.
Ditegaskan oleh Allah Swt. dalam firmanNya: “…kawanmu (Muhammad) tidak
sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Quran)
menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang
diwahyukan (kepadanya).” (QS an-Najm [53]: 2-4)

Kalo kita masih mengumbar hawa nafsu dengan melakukan aktivitas pacaran,
berarti selain melanggar aturan Allah Swt., juga melanggar aturan Rasulullah
saw. Dan, tentu aja itu nggak mencintai Allah Swt. dan RasulNya. Allah
menjelaskan larangan mendekati zina (lihat QS al-Isra ayat 32). Nah, hadis
Nabi juga ada. Beliau saw. bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah
dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang
tidak disertai mahromnya. Karena sesungguhnya yang ketiga adalah syaitan.”
(HR Ahmad)

Sobat, jangan bilang cinta kepada Rasulullah saw., kalo kita nggak
tersinggung ketika ada pihak-pihak yang dengan sengaja melecehkan Rasulullah
saw. Aneh banget kan kalo kita ngakunya cinta mati sama Rasulullah saw.,
tapi kita nggak marah ketika ada orang yang menjelekkan Rasulullah saw.

Seperti kasus pelcehan terhadap Rasulullah saw. yang dilakukan media-media
Eropa dalam bentuk kartun yang salah satunya menggambarkan bahwa Muhammad
saw. sumber inspirasi kekerasan. Gambarnya adalah sosok lelaki dengan
tampang garang dan sorbannya berbentuk bom. Ditulisin di situ dengan jelas
dalam bahasa Arab kalimat Muhammad saw. Waduh, kaum Muslimin marah dengan
protes baik secara lisan maupun tulisan justru wajar. Karena cintanya kepada
Rasulullah saw. Yang parah tuh kalo kita diem aja, terus pura-pura bijak
dengan mengatakan bahwa kartun itu sebagai bentuk evaluasi buat umat Islam.

Nggak marah apalagi protes. Aneh banget kan? Macam mana pula tuh orang?
Ngakunya sih Muslim. Tokoh intelektual pula di di negeri ini. Sadar Pak!
Jangan bilang cinta kepada Rasulullah saw. jika hanya mengambil sebagian
ajarannya dan meninggalkan sebagian besar ajarannya yang lain. Kalo kita
cinta kepada Rasulullah saw. berarti harus mengambil seluruh yang dibawanya.
Bukan dipilih-pilih sesuai kehendak hawa nafsu kita. Karena Allah Swt.
memerintahkan kita untuk mengikuti apa yang dibawa oleh Rasulullah saw.
sebagaimana firmanNya:“Apa yang datang (diajarkan) Rasul kepadamu, maka
terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS
al-Haysr [59]: 7)

Oke, boleh bilang cinta kepada Rasulullah saw., asalkan kita berani pula
untuk menaati segala perintahnya dan meninggalkan segala larangannya. Bohong
besar banget kalo kita ngaku-ngaku cinta sama Rasulullah saw. tapi nggak
pernah melaksanakan tuntunan ajarannya. Betul ndak?

Jangan bilang cinta sama ortu…

Jika kita masih suka melawannya, mencelanya, merendahkannya, dan bahkan
menghinanya. Bohong banget kalo kita ngaku-ngaku cinta sama ortu kita, tapi
setiap ortu minta tolong untuk kebaikan kita malah menolaknya. Percuma
bilang cinta sama ortu, tapi kalo diingetin untuk kebaikan dan kebenaran
kita malah menghardiknya. Anak macam apa itu?

Buktikan kecintaan kita kepada ortu kita adalah dengan berbakti kepadanya.
Menghormati mereka, menghargai mereka, menolong mereka, dan membuat mereka
bahagia dengan adanya kita. Keberadaan kita yang udah dilahirkan ini bukan
menjadi beban mereka. Kasihan ibu kita, sejak mengandung kita, melahirkan
kita, merawat dan membesarkan kita, ia tak pernah mengeluh. Ayah kita juga
sama. Mencari nafkah dengan semangat untuk keluarganya.
Cinta mereka sepenuh hati buat kita. Sudah terbukti kok. Karena sampe
sekarang aja, meski kita bandel, ibu dan ayah kita tetap mendoakan agar kita
mendapat petunjuk sambil terus membimbing kita (meski kadang menurut kita
terlihat seperti orang yang cerewet). Tuh, gimana nggak penuh cinta. Jadi,
kitanya sendiri nih yang kudu membuktikan bahwa kita cinta kepada ibu dan
ayah kita dengan cara berbakti kepadanya. Itu sebabnya, jangan bilang cinta
kalo kita tak menghargainya, tak berbakti kepada mereka. Oke?

Jangan bilang cinta kepada kaum Muslimin…

Jika kita nggak mau bekerjasama saling mengingatkan dalam kebenaran dan
saling membantu jika di antara kita mengalami kesusahan. Bohong banget
ngaku-ngaku cinta kepada sesama kaum Muslimin, tapi ketika ada saudara
seakidah kita minta tolong malah dicuekkin. Apalagi sesama aktivis dakwah,
mentang-mentang beda kelompok dakwah, lalu nggak mau menolong jika beda
kelompok dakwah. Lebih parah lagi jika para aktivis dakwah itu masih sodara
kandung. Karena kakaknya beda kelompok dakwah dengan adiknya, lalu ketika
mereka membutuhkan pertolongan malah disuruh minta ke temen-temen dari
kelompok dakwah masing-masing. Yee.. mana ukhuwahmu? Bohong banget
ngaku-ngaku cinta sesama Muslim tapi dengan sesama kaum Muslimin sendiri
nggak mau menolong hanya karena yang akan ditolong beda kelompok dakwah.
Kalo gitu caranya, jangan bilang cinta kepada kaum Muslimin. Sadar ye akhi
wa ukhti…

Jangan bilang cinta kepada diri sendiri…

Jika kita senang menjerumuskan diri dalam bahaya dan kerusakan. Bohong
banget bilang cinta ama diri sendiri, tapi setiap hari kita nenggak minuman
keras, sering juga mengkonsumsi narkoba, tubuh kita dipenuhi tattoo. Bahkan
banyak di antara kita yang mengumbar auratnya dan dipajang di sampul majalah
porno atau joget-joget kayak cacing kepanasan mempertontonkan keindahan
tubuhnya di layar televisi (termasuk mereka yang menjerumuskan tubuh-tubuh
mereka dalam perzinahan).

Menurut saya, mereka adalah orang-orang yang nggak cinta pada dirinya
sendiri. Kalo dipikir-pikir, memang sih tubuh kita ya tanggung jawab kita
sepenuhnya. Mau diapakan saja terserah kita. Wong, itu tubuh kita. But, kita
kudu ingat sobat. Bahwa tubuh kita bukan milik kita. Tubuh kita sejatinya
milik Allah Swt. Jadi, tuh tubuh kudu kita pelihara dan dijaga sesuai aturan
dari yang menciptakan kita, yakni Allah Swt.

Itu sebabnya, ada larangan bunuh diri, larangan mengkonsumsi narkoba,
larangan mentato badan, larangan mempertontonkan aurat di muka umum dll. Iya
kan?

Oke deh, moga renungan sederhana ini bisa ngingetin kita untuk mengevaluasi
kehidupan kita: Apa benar kita udah cinta banget sama Allah, RasulNya, ortu
kita, kaum Muslimin, dan cinta kepada diri kita sendiri jika kita masih
berperilaku yang justru menggambarkan bentuk pengkhianatan terhadap cinta
yang kita ikrarkan?

Semoga kita menjadi orang-orang yang benar-benar mencintai Allah Swt.,
RasulNya, ortu kita, kaum Muslimin, dan diri kita sendiri. Nah, itu harus
dibuktikan dalam pikiran dan perbuatan sesuai tuntunan ajaran Islam. Oke?
Semangat! [solihin: sholihin@gmx.net]