.: satu keinginan :.
Tuesday, March 28th, 2006andai waktu itu aku ga melakukannya…
Kalimat diatas selalu dan sering banget aku ucapkan saat termenung sendiri atau dikala merasa telah melakukan satu kesalahan besar. Bukan baru saja aku mengalaminya… bukan baru kali ini… tapi ini sudah lama… dan mungkin bisa dibilang cerita usang yang seharusnya sudah masuk ke tong sampah dan mungkin juga sampahnya sudah diangkut dan dibakar di tempat pembuangan akhir (halah kok dowo emen proses e…)
‘Andai waktu itu aku ga melakukannya…’ bisa dibilang suatu kalimat keputusasaan seseorang yang rasanya dah ga ada jalan keluar sama sekali dari suatu masalah. Memang bisa dibilang seperti itu… saat ini, jujur aku merasa masi ada aja ganjalan dalam hidup yang seakan akan menjadi batu penghalang dalam setiap jalan yang ingin aku lalui. Bayangan masa lalu terus aja membayangi setiap mimpi dan lamunanku.
Aku yang mempunyai nama Ninink, dulu terkenal paling bandel di rumah, di sekolah mulai SD - SMP terkenal paling berani diantara para cewek, di STM terkenal paling cuek dan agak bandel juga (porsi dikurangi soalnya banyak yang lebih nekat daripada aku xixixi). Tapi itu semua “dulu”… dan sekarang every thing has been changed… satu peristiwa telah terjadi dalam hidupku dan telah merubah segalanya.
Kenangan akan masa lalu saat masi sekolah adalah kenangan yang terindah sepanjang hidupku… sahabat-sahabatku… teman sepermainanku… bahkan musuh-musuhku waktu sekolah dulu (teman berantem untuk adu otot, ga peduli cewek ataupun cowok). Hmmm… kayanya syerem yak ngebaca tulisanku diatas???tapi aslinya ga se serem tulisan di atas kok, aslinya aku masi punya satu sisi yang indah satu sisi kewanitaan dan mungkin baru-baru ini aja muncul ke permukaan, yah bisa dibilang baru sekitar 3-4 tahun belakangan ini kok (karena kesadaraan akan sisi itu baru muncul juga).
Dulu, yang namanya Ninink itu ga pernah pake rok (kecuali sekolah aja)… sukanya bantuin bapak nge-bengkel dari pada bantuin ibu masak di dapur, dulu Ninink kecil suka banget membanggakan diri sebagai body guardnya mbak (my luvly sister… you r the one n only) suka merasa paling kuat dan bisa melindungi mbak… apapun akan dilakukannya demi melindungi mbak satu-satunya yang dia punya. Pernah suatu saat Ninink kecil ga kuasa memenangkan kemauannya, akhirnya mbak pun kini sudah jadi milik orang… dulu mungkin pemikiranku masi terlalu simple, intinya ga pengen terpisahkan dari satu-satunya saudara kandungku. Tapi seiring berjalannya waktu akupun sadar bahwa memang semua itu sudah ada yang mengatur, meski dulu aku dipisahkan tapi toh aku bisa bertemu lagi sekarang, malah aku yang telah meninggalkan mereka demi karir yang didasari dalih menyambung hidup dan mengadu nasib.
Itu cuma sekedar gambaran masa lalu saat sebelum semuanya berubah. Sekitar empat tahun yang lalu… saat itulah semuanya berubah, aku mulai mengenal dunia lain selain dunia kerja… bisa dibilang aku mulai bermain dengan perasaan… kalo dipikir-pikir salah sendiri, ngapain juga nekat bermain-main dengan perasaan, klo dah kena batunya aja… baru dueh nyeselnya ga ketulungan. Saat itu kucoba mengenal sesosok orang lain, dengan dalih ingin menemukan teman sejatiku… tak disangka gayung bersambut, tapi semua itu ternyata ga berlangsung lama… semua yang indah laksana fatamorgana yang kala matahari tenggelam atau tertutup awan maka hilang pula fatamorgana itu. Masa senang-senang itu ternyata ga berakhir indah, sang teman sejati pun ternyata bukan dia… harapan mungkin hanya tinggal harapan… tapi bayangan masa itu masi aja sering lalu lalang dalam pikiran ini. Memang dia sudah lama hilang dan pergi, bahkan kabar terakhir pun aku ga tau lagi… yang jelas komitmen antara aku dan dia sudah tidak ada lagi, bahkan sekarang komitmen itu telah berubah jadi suatu perjanjian bahwa tidak boleh ada yang mengusik kehidupan masing-masing, berat memang awalnya… tapi seiring waktu berjalan hal itu pun jadi biasa… dan luka masa lalu sedikit demi sedikit tertutup…
Pengen rasanya membuka lembaran baru dalam hidup ini, jika waktu bisa aku putar kembali… aku ingin menghapus semua yang terjadi saat empat tahun yang lalu. Tapi semua itu ga mungkin bisa aku lakukan, karena ga mungkin aku bisa mengembalikan diri ini pada masa lalu. Yang harus aku lakukan sekarang hanyalah menjalani sisa hidup ini… aku pengen bisa jadi seorang Ninink yang lebih bermanfaat… aku ga pengen lagi mengulang masa-masa itu, aku ga pengen lagi bermain dengan perasaan… karena aku yakin, aku bakalan sakit sendiri seperti pesan seorang teman…
Sekarang adalah masa dimana aku harus menghadapi apa yang ada didepan mata, sekarang bukanlah masa untuk menyesali masa lalu itu, sekarang bukan juga masa aku berangan-angan akan sesuatu yang indah di masa depan. Aku hanya ingin menjalani kehidupan ini sebagai proses bertemunya aku dengan Sang Khalik kelak. Hanya satu yang aku rindukan saat ini… aku rindu pertemuan itu… mungkin ga ya aku bisa melaluinya dengan indah??? Hanya kalimat itu yang ingin rasanya bergelayut dalam pikiran ini.
Teman sejati… mungkin pernah juga dan jujur saja sering aku mengharapkan kehadirannya… apalagi saat aku merasa sendirian dan merindukan kehadirannya dalam hidup ini. Tapi mana mungkin aku mendapatkannya jika aku ga serius meminta padaNYA, mana mungkin aku bertemu dengannya jika aku gagal merayu Yang Menguasainya hatinya. Teringat pembicaraanku dengan seorang teman saat chating…“Kalo aku pengen istri yang sholihah…aku harus sholeh dulu…” hmmm… sungguh indah kata-kata itu, suatu kalimat optimis yang aku dapat dari seorang teman. Aku jadi minder sendiri dan jadi mikir, pantesan waktu itu aku gagal dapet teman sejati yang sholeh, soalnya aku ngerasa aku pun belum bisa jadi wanita yang sholihah.
Dimanakah dia??? seorang teman sejati yang bisa menemaniku menjalani sisa hidup ini. Ga mungkin aku mendapatkannya dari pinggir jalan, ga mungkin juga aku mendapatkannya dengan mudah. Jika memang ada dan harus aku jalani dulu tiap-tiap ujian hidup ini, maka aku rela menjalaninya demi bertemu dengannya… atau mungkin jika teman sejati itu tidak disini tapi di kehidupan yang kekal kelak…maka aku pun ridho dan rela jika semua ini memang keputusanNYA. Saat ini aku sangat merindukan kehadirannya… karena aku sekarang sangat merindukan belaian tangan mungil yang kelak tangannya akan menjadi mujahid sejati di jalan Allah, aku merindukan kehadiran mujahid kecil sebagai penerus cita-citaku yang bisa saja kandas ditengah perjalanan hidupku.
Robbi laa tadzarni fardhan, wa Anta khairul waritsin… senantiasa aku panjatkan kala hati ini merasa kesepian dan saat rindu akan kehadiran seorang teman sejati. Semakin aku memaksa semakin kehilangan rasanya… lebih baik aku relakan segalanya, karena aku pun merasa belum bisa menjadi seorang istri yang sholihah… hati dan perasaan memang ga bisa dipaksakan, semua itu lahir dari diri masing-masing. Suatu saat jika datang masa dimana aku sudah siap menjadi seorang istri yang sholihah, maka aku pun Insya Allah akan mengikuti jejak Ibunda Khadijah… karena aku yakin kamu adalah seorang yang sholeh. Semoga Allah ridho atas satu keinginan ini… meski lembaran masa laluku penuh coretan yang buruk. Let me know you more… give me a change…
@ my luvly office
