pacaran vs persaudaraan
Kata orang memang klo bekas pacar itu ada, karena pacar itu hanya seperti baterai ABC yang gampang soak dan harus diganti suatu saat, tapi kalo persahabatan itu akan tetap abadi, seperti baterai alkaline (ga ada matinya), apalagi dia adalah sahabat karib atau biasa kita nyebutnya sohib.
Tapi menurutku ada yang lebih abadi lagi dari kedua hal itu. Yang paling abadi dari keduanya adalah persaudaraan. Aku sampai saat ini blom bisa nyari sesuatu yang bisa ngalahin persaudaraan antara dua insan. Dan aku yakin akan kekuatan persaudaraan itu, karena aku ngalami ndiri.
Pernah aku coba dekat dengan seseorang dengan suatu perasaan lain (pada waktu masi sekolah dulu), aku sayang banget sama dia, hampir seluruh perhatianku ke dia, tapi dia malah menjauh dan menjauh, lalu aku coba tuk cari jalan agar selalu jadi orang yang akan menyayanginya dan hal itu hanya bisa aku curahkan jika aku tetep jadi orang yang sayang ke dia tanpa ada kata putus nantinya, jawaban dari semua itu adalah menjalin persaudaraan antara aku dan dia. Aku ga tau nyebutnya dia sebagai apa awalnya, yang jelas ga ada hubungan spesial antara aku dan dia, dan sampai saat ini hubungan ini masi tetap baik, karena persaudaraan ini masih terjalin erat.
Beberapa tahun setelah aku kerja, aku coba tuk menjalani hidup sendiri. Menikmati kebebasan yang ada tanpa ada yang mengusiknya. Tapi rasanya aku juga harus memikirkan masa depan, lalu aku coba tuk memasuki dunia pacaran. Awalnya memang begitu indah, sampai aku merasakan sendiri apa yang orang bilang tentang pacaran bahwa klo dua orang lagi dimabuk cinta dunia terasa milik berdua, yang lain hanya kos saja.
Tapi lama-lama aku merasakan duniaku berubah setelah aku coba tuk pacaran. Aku jadi jauh dari teman-teman dan sahabatku karena hampir semua perhatian tercurah sama kekasih tercinta, aku juga merasakan kebebasanku mulai ada yang membatasi. Rasanya aku kehilangan sesuatu yang berarti dalam hidupku. Memang ga bisa aku pungkiri ternyata aku memang orangnya ga bisa membagi dua kepentingan yang bertolak belakang untuk selalu jalan berdampingan. Aku terlalu terfokus dengan kekasihku sampai-sampai duniaku hampir berubah total.
Lalu aku putuskan untuk kembali ke duniaku semula, aku mencoba bebas dari belenggu ini, aku merasa kehilangan sesuatu hal yang membuatku bahagia selama ini dan telah terampas sejak aku berpacaran. Awalnya memang sulit, rasanya ga tega meninggalkan seseorang yang selama ini aku sayangi. Aku orangnya ga bisa begitu saja untuk berpindah ke lain hati. Harapanku jika nanti memang berjodoh, maka suatu saat aku bisa bertemu lagi dengan dia dan mencoba menjalin kembali hubungan yang indah.
Tapi rasanya hal itu dah gak mungkin lagi, semua tlah berubah. Dan yang lebih menyayat hati adalah kenyataan yang aku hadapi sekarang. Orang yang selama ini aku sayangi ternyata tidak pernah menyayangiku sedikitpun, dan hanya berpura-pura sayang didepanku, bukti nyata yang sekarang dihadapanku adalah begitu mudahnya dia berpindah ke lain hati yang nyata-nyata dia teman kami.
Oh dunia… semua ini mungkin telah ditakdirkan, dan mungkin Allah punya rencana yang lebih indah dari yang kemarin. Biarkan semua berlalu, anggap saja masa lalu itu adalah satu kesalahan yang ga perlu terulang lagi. Sekarang aku mencoba tegar dalam menghadapi semua ini, meski dalam hati rasanya aku sedang menelan pil pahit. Rasanya dalem banget menyayat hati kalo ingat semuanya.
Kehidupanku yang sekarang ini mungkin blom bisa dibilang normal, semuanya jadi makin ga terarah. Mungkin keceriaanku yang dulu, bawelku yang dulu, tertawaku yang dulu ga akan pernah bisa aku raih kembali. Aku sekarang lebih banyak memilih diam, memendam rasa sakit yang dalam di dasar lubuk hatiku. Kadang air mata tak kuasa aku tahan. Memang berat memikul beban ini sendiri, memikul rasa sakit ini. Perlu kekuatan untuk memulihkan semua rasa sakit ini. Sekarang aku hanya bisa berharap yang terbaik saja.
Aku coba tuk selalu sayang dengan semua orang, mencoba menjalin banyak persaudaraan dalam hidupku. Menikmati hidup dengan segala kewajaran, dan mencoba untuk bisa merasakan sakit yang sedang dialami orang lain.
Aku mencoba belajar dari setiap pengalamanku. Beruntunglah aku yang telah menemukan sesosok kakak yang sayang dan sudah menganggap aku seperti adik nya ndiri. Sekarang aku hanya ingin menyayanginya apapun yang akan terjadi, aku ga ingin jauh dan jauh lagi dengannya, aku ingin tuk selalu bisa menyayanginya dan aku ingin jadi yang terbaik untuk orang-orang yang menyayangi aku. Aku ga ingin terikat dengan seseorang dulu. Biarkan aku menjalani kebebasanku ini.
Terima kasih untuk semua kakak-kakak ku yang telah memberikan saran dan pelajaran berarti buat aku. Tanpa kalian semua, aku ga akan bisa tegar untuk hidup dirantau. Pelajaran hidup yang telah engkau ajarkan akan selalu tersimpan dalam hati dan akan aku jadikan pedoman hidup. Spesial untuk mas yang paling dekat, aku akan jadi adikmu yang ga pengen ngecewain mas, karena hanya mas lah yang telah menumbuhkan kembali keceriaan dan semangatku untuk kembali tegar dalam menjalani hidup ini.
Every thing I do, I do it for you…
Persaudaaran itu kekal…Persahabatan itu indah
Salam sayang buat orang-orang yang menjunjung tinggi persaudaraan dan persahabatan.